Hidayat: Selingkuh Lebih Jahat dari Poligami
Minggu, 29/03/2009 12:06 WIB
Terkait
Tegal
Ramai-ramai aktivis perempuan mempersoalkan caleg yang berpoligami. Tidak urung hal ini mengundang tanya politisi PKS Hidayat Nur Wahid. Kenapa tidak diungkap caleg yang berselingkuh?
"Mengapa tidak mengungkap perselingkuhan yang terjadi, yang dilakukan banyak orang termasuk barangkali para caleg. Ini intinya, mengapa para aktivis tidak mengungkapkan indikasi selingkuh. Itu lebih jahat dari poligami," kata Hidayat.
Hal ini disampaikannya, di sela-sela kampanye PKS, dalam perjalanan dari Tegal, Jawa Tengah menuju Indramayu, Jawa Barat, Minggu (29/3/2009).
Lebih lanjut Hidayat menilai logika yang dibangun para aktivis itu cukup menggelikan, bahwa yang poligami potensial untuk korupsi.
"Sekarang kita ukur secara empirik saja, adakah yang ditangkap KPK yang berpoligami? Apakah akan dikatakan jangan pilih yang poligami karena akan ditangkap KPK, nggak betul juga. Harusnya rekan-rekan aktivis perempuan berlaku cerdas, menyadarkan perempuan terkait hak pilih mereka," terang Hidayat.
Dia menambahkan, dirinya bukan pelaku poliigami dan tidak termasuk yang muncul dalam daftar, namun yang harus disadarkan, yakni apakah perselingkuhan adalah sesuatu yang menghormati perempuan.
"Secara hukum poligami tidak dilarang, tapi yang namanya zinah bagian dari tindak pidana, mestinya kalau mau memuliakan perempuan yang tuntas, sesuai UU," jelasnya.
(ndr/iy)
"Mengapa tidak mengungkap perselingkuhan yang terjadi, yang dilakukan banyak orang termasuk barangkali para caleg. Ini intinya, mengapa para aktivis tidak mengungkapkan indikasi selingkuh. Itu lebih jahat dari poligami," kata Hidayat.
Hal ini disampaikannya, di sela-sela kampanye PKS, dalam perjalanan dari Tegal, Jawa Tengah menuju Indramayu, Jawa Barat, Minggu (29/3/2009).
Lebih lanjut Hidayat menilai logika yang dibangun para aktivis itu cukup menggelikan, bahwa yang poligami potensial untuk korupsi.
"Sekarang kita ukur secara empirik saja, adakah yang ditangkap KPK yang berpoligami? Apakah akan dikatakan jangan pilih yang poligami karena akan ditangkap KPK, nggak betul juga. Harusnya rekan-rekan aktivis perempuan berlaku cerdas, menyadarkan perempuan terkait hak pilih mereka," terang Hidayat.
Dia menambahkan, dirinya bukan pelaku poliigami dan tidak termasuk yang muncul dalam daftar, namun yang harus disadarkan, yakni apakah perselingkuhan adalah sesuatu yang menghormati perempuan.
"Secara hukum poligami tidak dilarang, tapi yang namanya zinah bagian dari tindak pidana, mestinya kalau mau memuliakan perempuan yang tuntas, sesuai UU," jelasnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
