Langgar Jadwal Kampanye, PKS Dilaporkan ke Gakumdu
Kamis, 26/03/2009 13:59 WIB
Pekanbaru
Panwaslu Kabupaten Kampar, Riau melaporkan PKS ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) karena melabrak aturan Pemilu. PKS dituding kampanye di luar jadwal yang telah ditentukan.
Ketua Panwaslu Kampar, Mawardi mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (26/03/2009). Menurutnya, ada empat orang Caleg PKS melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal penetapan KPUD Kampar. Para Caleg PKS itu melakukan pengobatan massal di Kecamatan Tambang.
"PKS berdalih bahwa yang mereka lakukan itu baksi sosial dengan cara melakukan pengobatan massal. Namun fakta di lapangan, dalam melakukan pengobatan massa itu mereka juga berkampanye meminta warga untuk memilih PKS," kata Mawardi..
Pihak Panwas juga mencatat sejumlah pelanggaran pemilu yanf dimaksud. Antara lain, pengobatan massal disertai ajakan untuk mencoblos PKS. Di dalam bungkusan obat yang dibagikan kepada warga sengaja diberi kartu nama ke empat caleg PKS tersebut.
"Para Caleg juga berorasi meminta warga memilih mereka. Kami menilai pengobatan massal itu sarat kampanye. Dan ini kita anggap melanggar ketentuan yang ada. Karena itu mereka sudah kita laporkan ke Gakumdu," kata Mawardi.
Terkait halk itu pihak Panwaslu Kampar sudah meminta klarifikasi kepada empat nama Caleg PKS tersebut. Tapi anehnya PKS melakukan pembangkangan. Empat caleg tersebut menolak panggilan Panwaslu. Mereka justru mengirim pengacara untuk menemui Panwaslu Kampar.
"Kehadiran pengacara PKS itu kita tolak. Karena dalam pelanggaran Pemilu harus caleg bersangkutan yang datang untuk kita mintai klarifikasi, bukan pengacara. Agaknya caleg PKS ini tidak paham atas aturan hukum pemilu," kata Mawardi.
(cha/djo)
Ketua Panwaslu Kampar, Mawardi mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (26/03/2009). Menurutnya, ada empat orang Caleg PKS melakukan pelanggaran kampanye di luar jadwal penetapan KPUD Kampar. Para Caleg PKS itu melakukan pengobatan massal di Kecamatan Tambang.
"PKS berdalih bahwa yang mereka lakukan itu baksi sosial dengan cara melakukan pengobatan massal. Namun fakta di lapangan, dalam melakukan pengobatan massa itu mereka juga berkampanye meminta warga untuk memilih PKS," kata Mawardi..
Pihak Panwas juga mencatat sejumlah pelanggaran pemilu yanf dimaksud. Antara lain, pengobatan massal disertai ajakan untuk mencoblos PKS. Di dalam bungkusan obat yang dibagikan kepada warga sengaja diberi kartu nama ke empat caleg PKS tersebut.
"Para Caleg juga berorasi meminta warga memilih mereka. Kami menilai pengobatan massal itu sarat kampanye. Dan ini kita anggap melanggar ketentuan yang ada. Karena itu mereka sudah kita laporkan ke Gakumdu," kata Mawardi.
Terkait halk itu pihak Panwaslu Kampar sudah meminta klarifikasi kepada empat nama Caleg PKS tersebut. Tapi anehnya PKS melakukan pembangkangan. Empat caleg tersebut menolak panggilan Panwaslu. Mereka justru mengirim pengacara untuk menemui Panwaslu Kampar.
"Kehadiran pengacara PKS itu kita tolak. Karena dalam pelanggaran Pemilu harus caleg bersangkutan yang datang untuk kita mintai klarifikasi, bukan pengacara. Agaknya caleg PKS ini tidak paham atas aturan hukum pemilu," kata Mawardi.
(cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
684 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
