Malaysia Bredel Dua Koran Milik Partai Oposisi
Senin, 23/03/2009 23:27 WIB
Foto:AFP
Kualalumpur
Malaysia membredel dua surat kabar milik partai oposisi selama tiga bulan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tindakan kekerasan akibat propaganda media tersebut menjelang naiknya calon Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
Dalam beberapa minggu ke depan, suhu politik Malaysia akan kian memanas. Hal ini terkait kepemimpinan PM Abdullah Ahmad Badawi yang tidak lama lagi akan berakhir.
Dua koran yang dibredel tersebut yakni "Suara Keadilan", milik partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim, Partai Keadilan, serta "Harakah (pergerakan)" yang dimiliki oleh partai Islam PAS.
"Kami menerima surat dari Departemen Dalam Negeri sore ini. Suara Keadilan telah diblokir selama tiga bulan," ujar juru bicara "Suara Keadilan" Tian Chua seperti dilansir dari AFP, Senin (23/3/2009).
Tian menilai tindakan pemerintah Malaysia menutup sementara surat kabar sangat bertentangan dengan kebebasan pers. "Kami takut bahwa tindakan ini pemerintah adalah sebuah acara untuk melarangan kebebasan pers di Malaysia," katanya kepada AFP.
Sekjen Partai Islam, PAS, Kamaruddin Jaafar mengatakan bahwa pihak akan naik banding terhadap keputusan. "Ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan media dan pelanggaran politik. "Ini salah satu tanda penindasan setelah Najib berkuasa kembali," tandasnya.
Najib menggantikan Badawi setelah partainya, UMNO memenangkan pemilu Malaysia minggu ini.
(did/anw)
Dalam beberapa minggu ke depan, suhu politik Malaysia akan kian memanas. Hal ini terkait kepemimpinan PM Abdullah Ahmad Badawi yang tidak lama lagi akan berakhir.
Dua koran yang dibredel tersebut yakni "Suara Keadilan", milik partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim, Partai Keadilan, serta "Harakah (pergerakan)" yang dimiliki oleh partai Islam PAS.
"Kami menerima surat dari Departemen Dalam Negeri sore ini. Suara Keadilan telah diblokir selama tiga bulan," ujar juru bicara "Suara Keadilan" Tian Chua seperti dilansir dari AFP, Senin (23/3/2009).
Tian menilai tindakan pemerintah Malaysia menutup sementara surat kabar sangat bertentangan dengan kebebasan pers. "Kami takut bahwa tindakan ini pemerintah adalah sebuah acara untuk melarangan kebebasan pers di Malaysia," katanya kepada AFP.
Sekjen Partai Islam, PAS, Kamaruddin Jaafar mengatakan bahwa pihak akan naik banding terhadap keputusan. "Ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan media dan pelanggaran politik. "Ini salah satu tanda penindasan setelah Najib berkuasa kembali," tandasnya.
Najib menggantikan Badawi setelah partainya, UMNO memenangkan pemilu Malaysia minggu ini.
(did/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
