Larangan Terbang Indonesia oleh Eropa Tidak Politis
Rabu, 18/03/2009 17:06 WIB
Yogyakarta
Larangan terbang yang diberlakukan Eropa terhadap maskapai penerbangan Indonesia semata-mata urusan teknis keselamatan penerbangan. Larangan terbang tidak mempunyai urusan politis.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson mengatakan hal tersebut
kepada wartawan seusai acara 'Indonesia-EU Relation Update, Konvensi Perdana
Studi Eropa di Indonesia' di gedung Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (18/3/2009).
"Soal flight ban itu masalah sangat teknis berkaitan dengan technical aeroship, tidak ada urusannya dengan yang lain (politik-red)," kata Wilson.
Selain sangat teknis demi keselamatan penerbangan kata Wilson, larangan terbang itu juga seusai standar yang berlaku di ICAO (International Civil Aviation Organization). Pihaknya terus berupaya membantu Indonesia untuk memenuhi berbagai persyaratan tersebut.
"Kami selalu bekerjasama dan membantu pemerintahan Indonesia melalui Deplu dan Departemen Perhubungan menyelesaikan masalah itu," ungkap dia.
Menurut dia, saat ini pemerintah Indonesia berusaha memperbaiki dan memenuhi
berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sehingga larangan itu bisa dicabut.
Dari sekitar 69 syarat dan tahapan itu, sudah sekitar 62 syarat yang sudah
terpenuhi.
"Bila tujuh syarat itu selesai dan sesuai standar yang ada, segera flight ban dicabut," kata Wilson yang datang ke Yogyakarta itu tidak menggunakan pesawat terbang tapi kereta api eksekutif itu. (bgs/anw)
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson mengatakan hal tersebut
kepada wartawan seusai acara 'Indonesia-EU Relation Update, Konvensi Perdana
Studi Eropa di Indonesia' di gedung Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (18/3/2009).
"Soal flight ban itu masalah sangat teknis berkaitan dengan technical aeroship, tidak ada urusannya dengan yang lain (politik-red)," kata Wilson.
Selain sangat teknis demi keselamatan penerbangan kata Wilson, larangan terbang itu juga seusai standar yang berlaku di ICAO (International Civil Aviation Organization). Pihaknya terus berupaya membantu Indonesia untuk memenuhi berbagai persyaratan tersebut.
"Kami selalu bekerjasama dan membantu pemerintahan Indonesia melalui Deplu dan Departemen Perhubungan menyelesaikan masalah itu," ungkap dia.
Menurut dia, saat ini pemerintah Indonesia berusaha memperbaiki dan memenuhi
berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sehingga larangan itu bisa dicabut.
Dari sekitar 69 syarat dan tahapan itu, sudah sekitar 62 syarat yang sudah
terpenuhi.
"Bila tujuh syarat itu selesai dan sesuai standar yang ada, segera flight ban dicabut," kata Wilson yang datang ke Yogyakarta itu tidak menggunakan pesawat terbang tapi kereta api eksekutif itu. (bgs/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 18:21 WIB
Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer
-
Rabu, 23/05/2012 18:17 WIB
Amien Rais Sepakat Presiden dan Wapres Lepaskan Jabatan Parpol
-
Rabu, 23/05/2012 18:13 WIB
Fadel Muhammad Jadi Tersangka Korupsi APBD Gorontalo
-
Rabu, 23/05/2012 18:12 WIB
DPRD DKI Minta Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Ditunda
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
53% Warga Jakarta Puas Kinerja Foke, Masih Dipilih Lagi
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
684 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
