Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 14/03/2009 12:53 WIB

Kapolda Metro Jaya Lantik Kabid Humas Baru

E Mei Amelia R - detikNews
Kapolda Metro Jaya Lantik Kabid Humas Baru (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Mutasi perwira di jajaran Polda Metro Jaya terjadi lagi. Kali ini giliran Kombes Pol Zulkarnain Adinegara menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya kepada AKBP Drs. Chrysnanda.

"Saya, Zulkarnain Adinegara, Komisaris Besar Polisi, sesuai dengan SPrint 413/III/2009
tanggal 12 Maret 2009 menyerahkan jabatan sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya kepada AKBP Drs. Chrysnanda," kata Zulkarnain.

Hal tersebut diucapkan Zulkarnain kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono saat upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabid Humas Polda Metro Jaya. Upacara tersebut
berlangsung di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, pukul
10.00 WIB.

Dalam amanatnya, Wahyono mengatakan bahwa mutasi adalah suatu hal yang wajar dalam
suatu organisasi dalam rangka evaluasi dan pendewasaan. Wahyono mengatakan, Sertijab
divisi humas merupakan momen penting karena visi dan misi Polda Metro Jaya tidak dapat
terwujud tanpa komponen bangsa yang lain.

"Sehingga seluruh komponen dapat memberikan dukungan demi visi dan misi tersebut," kata Wahyono.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh perwira menengah Polda Metro Jaya ini, tak lupa Wahyono memberikan apresiasinya pada Zulkarnain. " Sangat bagus. Hampir tiap jumat,
hingga akhir bulan memberikan data kepada wartawan untuk kemudian disampaikan ke
masyarakat," pujinya.
(mei/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%