Awas! Zat Penyebab Kanker Ditemukan pada Produk Mandi Bayi
Jumat, 13/03/2009 15:41 WIB
Washington
Waspadalah! Lebih dari separuh produk mandi bayi dan anak buatan AS yang diuji lembaga nirlaba Campaign for Safe Cosmetics (CSC) diketahui mengandung zat beracun yang bisa menyebabkan kanker!
Produk-produk tersebut mengandung 1,4-dioxane dan formaldehyde. Kedua zat kimia itu oleh lembaga Environmental Protection Agency dianggap sebagai zat yang berpotensial menyebabkan penyakit kanker.
Sejumlah nama yang cukup dikenal di pasaran adalah produk Johnson & Johnson Baby Shampoo dan Baby Magic Lotion.
Sebenarnya zat-zat toksin tersebut tidak sengaja ditambahkan ke dalam produk. Sebab itu terjadi saat proses produksi.
Organisasi CSC melakukan pengujian terhadap 48 produk mandi seperti shampo dan bubble bath (busa mandi). Dari jumlah itu, 32 di antaranya mengandung zat 1,4-dioxane dan 23 produk mengandung formaldehyde. Sebanyak 17 produk dinyatakan positif mengandung kedua bahan kimia tersebut.
"Tujuan kami bukan untuk menaku-nakuti orangtua, tapi untuk memberitahu orangtua bahwa produk-produk yang mengklaim lembut dan murni ternyata terkontaminasi karsinogen (zat penyebab kanker)," kata Stacy Malkan, juru bicara CSC seperti dilansir harian terkemuka AS, Washington Post, Jumat (13/3/2009).
Di AS belum ada ketentuan batas aman untuk bahan-bahan kimia tersebut dalam shampo, lotion dan produk mandi lainnya. Menurut badan Food and Drug Administration (FDA), bahan kimia yang ditemukan dalam produk tersebut tidak membahayakan.
Namun Uni Eropa telah melarang 1,4-dioxane dalam produk perawatan sehari-hari.
Menurut CSA, otoritas AS selama ini tidak mempertimbangkan dampak kumulatif dari pemakaian bahan-bahan kimia dalam produk tersebut. Dikhawatirkan hal itu nantinya akan menimbulkan penyakit di masa mendatang.
"Level yang kami temukan relatif rendah dan industri kerap menyatakan cuma ada sedikit karsinogen dalam produk kami," tutur Malkan.
"Masalahnya, kami menemukan karsinogen dalam banyak produk. Kebanyakan produk ini digunakan setiap hari, jadi ada eksposure yang berulang dan kerap pada bahan-bahan kimia level rendah ini. Itu bukan produk yang paling aman dan murni, dan orangtua berhak tahu itu," tegasnya.
Terhadap temuan ini, pihak Johnson & Johnson menyampaikan pernyataannya. "FDA dan badan pemerintah lainnya di seluruh dunia menganggap level tersebut aman, dan semua produk kami memenuhi atau melampaui persyaratan regulator di setiap negara yang menjualnya," demikian pernyataan Johnson & Johnson.
Johnson & Johnson juga menyesalkan CSC karena telah keliru mengkategorikan keamanan produknya.
(ita/iy)
Produk-produk tersebut mengandung 1,4-dioxane dan formaldehyde. Kedua zat kimia itu oleh lembaga Environmental Protection Agency dianggap sebagai zat yang berpotensial menyebabkan penyakit kanker.
Sejumlah nama yang cukup dikenal di pasaran adalah produk Johnson & Johnson Baby Shampoo dan Baby Magic Lotion.
Sebenarnya zat-zat toksin tersebut tidak sengaja ditambahkan ke dalam produk. Sebab itu terjadi saat proses produksi.
Organisasi CSC melakukan pengujian terhadap 48 produk mandi seperti shampo dan bubble bath (busa mandi). Dari jumlah itu, 32 di antaranya mengandung zat 1,4-dioxane dan 23 produk mengandung formaldehyde. Sebanyak 17 produk dinyatakan positif mengandung kedua bahan kimia tersebut.
"Tujuan kami bukan untuk menaku-nakuti orangtua, tapi untuk memberitahu orangtua bahwa produk-produk yang mengklaim lembut dan murni ternyata terkontaminasi karsinogen (zat penyebab kanker)," kata Stacy Malkan, juru bicara CSC seperti dilansir harian terkemuka AS, Washington Post, Jumat (13/3/2009).
Di AS belum ada ketentuan batas aman untuk bahan-bahan kimia tersebut dalam shampo, lotion dan produk mandi lainnya. Menurut badan Food and Drug Administration (FDA), bahan kimia yang ditemukan dalam produk tersebut tidak membahayakan.
Namun Uni Eropa telah melarang 1,4-dioxane dalam produk perawatan sehari-hari.
Menurut CSA, otoritas AS selama ini tidak mempertimbangkan dampak kumulatif dari pemakaian bahan-bahan kimia dalam produk tersebut. Dikhawatirkan hal itu nantinya akan menimbulkan penyakit di masa mendatang.
"Level yang kami temukan relatif rendah dan industri kerap menyatakan cuma ada sedikit karsinogen dalam produk kami," tutur Malkan.
"Masalahnya, kami menemukan karsinogen dalam banyak produk. Kebanyakan produk ini digunakan setiap hari, jadi ada eksposure yang berulang dan kerap pada bahan-bahan kimia level rendah ini. Itu bukan produk yang paling aman dan murni, dan orangtua berhak tahu itu," tegasnya.
Terhadap temuan ini, pihak Johnson & Johnson menyampaikan pernyataannya. "FDA dan badan pemerintah lainnya di seluruh dunia menganggap level tersebut aman, dan semua produk kami memenuhi atau melampaui persyaratan regulator di setiap negara yang menjualnya," demikian pernyataan Johnson & Johnson.
Johnson & Johnson juga menyesalkan CSC karena telah keliru mengkategorikan keamanan produknya.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:03 WIB
Menkeu Tetap Menolak Bersaksi untuk Wa Ode, Termasuk di Pengadilan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
