Detik.com News
Detik.com
Kamis, 12/03/2009 12:38 WIB

Tolak Penambangan Pasir Besi

Puluhan Petani Kulonprogo Geruduk Acara Sosialisasi

Bagus Kurniawan - detikNews
Puluhan Petani Kulonprogo Geruduk Acara Sosialisasi (foto: Bagus K/detikcom)
Yogyakarta - Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo mengerudug acara sosialisasi penambangan pasir besi di Hotel Saphir Yogyakarta. Mereka tetap menolak kegiatan penambangan karena merusak lingkungan.

Warga PPLP yang sebagian besar berkegiatan pertanian di lahan pantai selatan Kulonprogo itu, mendatangi acara sosialisasi yang digelar PT Jogja Magasa Iron (JMI), Pemkab Kulonorogo, DPRD KUlonprogo, dan Pemprov DIY. Acara sosialisasi itu dihadiri seluruh lurah dan perangkat desa terutama desa-desa yang bakal jadi lahan penambangan pasir besi.

Namun saat akan memasuki pintu lobi hotel, aparat kepolisian langsung menghadang dan melarang warga yang bukan peserta. Aparat yang hanya mengizinkan 5-10 orang wakil. Dialog dengan alot pun terjadi antara aparat dengan salah wakil PPLP. Mereka menganggap kalau perwakilan akan percuma dan kegiatan akan jalan terus.

"PT JMI tidak berani menggelar acara seperti ini di Kulonprogo karena warga tetap menolaknya. Mereka kemudian memindahkan ke Hotel Saphir," kata Widodo salah seorang pengurus PPLP.

Dia mengatakan ribuan warga PPLP tetap menyatakan menolak penambangan pasir yang akan dilakukan di sepanjang Pantai Selatan di 14 desa di Kecamatan Galur, Panjatan, Wates dan Temon. Sebab kegiatan penambangan pasir tersebut akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

"Kami juga menuntut dan segera dihentikan kegiatan di areal pilot project tambang besi oleh PT JMI karena membuat warga resah," kata Widodo.

Dia mengatakan pihaknya juga dihentikannya segala macam bentuk intimidasi terhadap warga yang menolak dan masih berkegiatan di lahan pertanian pantai. Teror dan ancaman oleh berbagai oknum terus terjadi sampai saat ini.

"Batalkan semua MoU yang menyangkut proyek pasir besi. Tidak hanya pada PT JMI tapi juga perusahaan lain yang akan merusak lingkungan," kata Widodo.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%