Selasa, 10/03/2009 11:20 WIB

Lion Air Tergelincir

Pesawat Delay, Ruang Tunggu Bandara Semarang Sesak video foto

Arifin Asydhad - detikNews
Semarang - Hingga saat ini pesawat Lion Air yang tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) masih belum bisa dievakuasi. Dampaknya, sejumlah pesawat mengalami penundaan terbang, termasuk pesawat yang berada di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Salah satu pesawat yang mengalami delay adalah pesawat Mandala Air dengan nomor penerbangan RI 291. Pesawat rute Semarang-Jakarta itu seharusnya take off pada pukul 09.00 WIB, Selasa (10/3/2009).

Namun, hingga pukul 10.50 WIB, pesawat ini belum bisa terbang. Bahkan, pesawat yang seharusnya mengangkut penumpang menuju Jakarta itu belum datang.

Informasi dari pihak Mandala, pesawat mengalami penundaan terbang dari Jakarta, karena ada antrean panjang di Bandara Cengkareng. "Diperkirakan, pesawat baru bisa tiba di Semarang pukul 11.00 WIB," kata salah seorang penumpang Mandala, Alvin Lie, mengutip keterangan dari pihak airline.

Menurut Alvin, yang juga anggota DPR itu, akibat amburadulnya jadwal pesawat, ratusan calon penumpang di Bandara Ahmad Yani juga terkena dampak. "Waiting room sampai penuh, karena penumpukan penumpang di luar kewajaran. Banyak penumpang yang tidak kebagian kursi," kata Alvin.

Anggota DPR dari PAN ini juga mengkritik para calon penumpang yang merokok seenaknya di kafe. "Jadi, mau duduk dan minum di kafe pun sangat tidak nyaman, penuh asap rokok yang mencekik," ujar Alvin.

Anggota Dewan yang aktif di Kaukus Penerbangan ini juga mempermasalahkan sistem penerbangan yang terpusat di Jakarta. "Dengan jalur penerbangan yang terpusat di Jakarta, ketika pesawat dari Jakarta terlambat, maka semua penerbangan lanjutannya juga terganggu," kata Alvin.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(asy/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%