Laporan dari Brussel
PPLN Harus Cegah Suara Hangus Luar Negeri
Senin, 09/03/2009 14:07 WIB
Brussel
Sistem pemilu 2009 sangat serba baru, tak terkecuali bagi calon pemilih di luar negeri. PPLN harus berusaha mencegah suara hangus akibat kesalahan cara memilih.
Demikian pesan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Nadjib Riphat Kesuma dalam sambutan pembukaan bimbingan teknis (bintek) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dengan tim Pokja Pemilu Deplu dan KPU di KBRI Brussel, 7-9/3/2009, yang juga dihadiri koresponden detikcom dari PPLN Belanda.
Bintek ini diikuti PPLN se-Eropa, ditambah PPLN Turki dan Aljazair. Tim Pokja Deplu terdiri dari Julang Pujianto dan Syakri Sakidin, sedangkan dari KPU Andi Nurpati dan Farida Fauzia.
"Pemilu 2009 nanti memiliki perbedaan dengan pemilu 2004 dan 1999. Hal ini karena UU yang dijadikan pedoman pelaksanaan pemilu pun berbeda. Perbedaan paling dirasakan oleh pemilih dan bisa berimplikasi langsung pada hasil pemilu adalah perubahan sistem coblos ke centang," papar Nadjib.
Terkait hal itu, Nadjib menekankan agar PPLN menyosialisasikan dan mengomunikasikan cara memilih yang benar dan sah sebagaimana ketentuan UU dan peraturan KPU.
Polemik
Dikatakan bahwa tantangan tugas PPLN itu semakin bertambah akibat dinamika yang terus berkembang di tanah air dan ini perlu terus dicermati oleh PPLN. Salah satunya, polemik berkepanjangan tentang perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Polemik ini diharapkan berakhir dengan telah ditandatanganinya Perpu Nomor 1 Tahun 2009 sebagai perubahan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu oleh Presiden RI," terang Nadjib.
Dengan keluarnya Perpu tersebut, tambah Nadjib, maka PPLN wajib untuk mengetahui secara pasti hal-hal teknis yang termuat di dalamnya. Kemudian dengan berpedoman pada Perpu dimaksud, PPLN diharapkan dapat menyukseskan pemilu 2009 di wilayah masing-masing.
Meningkat
Nadjib juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2004 untuk anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden telah meningkatkan leverage Indonesia sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia.
"Status itu membuat posisi Indonesia di berbagai fora internasional menjadi lebih diperhitungkan," tegas Nadjib.
Nadjib menambahkan bahwa keberhasilan sama tentu diharapkan dapat terjadi pada Pemilu 2009, baik untuk legislatif maupun presiden dan wakil presiden.
"Sebagai bagian dari institusi penyelenggara pemilu, PPLN sedikit banyak memiliki andil pada sukses tidaknya Pemilu 2009," demikian Nadjib. (es/es)
Demikian pesan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Nadjib Riphat Kesuma dalam sambutan pembukaan bimbingan teknis (bintek) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dengan tim Pokja Pemilu Deplu dan KPU di KBRI Brussel, 7-9/3/2009, yang juga dihadiri koresponden detikcom dari PPLN Belanda.
Bintek ini diikuti PPLN se-Eropa, ditambah PPLN Turki dan Aljazair. Tim Pokja Deplu terdiri dari Julang Pujianto dan Syakri Sakidin, sedangkan dari KPU Andi Nurpati dan Farida Fauzia.
"Pemilu 2009 nanti memiliki perbedaan dengan pemilu 2004 dan 1999. Hal ini karena UU yang dijadikan pedoman pelaksanaan pemilu pun berbeda. Perbedaan paling dirasakan oleh pemilih dan bisa berimplikasi langsung pada hasil pemilu adalah perubahan sistem coblos ke centang," papar Nadjib.
Terkait hal itu, Nadjib menekankan agar PPLN menyosialisasikan dan mengomunikasikan cara memilih yang benar dan sah sebagaimana ketentuan UU dan peraturan KPU.
Polemik
Dikatakan bahwa tantangan tugas PPLN itu semakin bertambah akibat dinamika yang terus berkembang di tanah air dan ini perlu terus dicermati oleh PPLN. Salah satunya, polemik berkepanjangan tentang perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Polemik ini diharapkan berakhir dengan telah ditandatanganinya Perpu Nomor 1 Tahun 2009 sebagai perubahan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu oleh Presiden RI," terang Nadjib.
Dengan keluarnya Perpu tersebut, tambah Nadjib, maka PPLN wajib untuk mengetahui secara pasti hal-hal teknis yang termuat di dalamnya. Kemudian dengan berpedoman pada Perpu dimaksud, PPLN diharapkan dapat menyukseskan pemilu 2009 di wilayah masing-masing.
Meningkat
Nadjib juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2004 untuk anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden telah meningkatkan leverage Indonesia sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia.
"Status itu membuat posisi Indonesia di berbagai fora internasional menjadi lebih diperhitungkan," tegas Nadjib.
Nadjib menambahkan bahwa keberhasilan sama tentu diharapkan dapat terjadi pada Pemilu 2009, baik untuk legislatif maupun presiden dan wakil presiden.
"Sebagai bagian dari institusi penyelenggara pemilu, PPLN sedikit banyak memiliki andil pada sukses tidaknya Pemilu 2009," demikian Nadjib. (es/es)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 18:13 WIB
Fadel Muhammad Jadi Tersangka Korupsi APBD Gorontalo
-
Rabu, 23/05/2012 18:12 WIB
DPRD DKI Minta Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Ditunda
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
53% Warga Jakarta Puas Kinerja Foke, Masih Dipilih Lagi
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:00 WIB
Kemenhub: Sukhoi Setujui Beri Asuransi Rp 1,25 Miliar
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
