Minggu, 08/03/2009 21:30 WIB

Balita Tewas Diduga Akibat Malpraktek

Robert Mas - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda - Danuarta Wibawa meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSI, Samarinda. Melihat kondisi tubuh yang membiru dan perut bengkak, orangtuanya menduga balita berumur 11 bulan itu meninggal akibat malpraktek.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan orang tua korban, Tina dan Andi Kusworo, ke Poltabes Samarinda. Menurut pasangan ini anak mereka kondisinya memburuk setelah diberikan obat penurun panas oleh tenaga medis.

"Awal masuk kondisi anak saya bagus saja, tapi kok lama kelamaan badannya membiru," tutur Tina kepada detikcom di rumahnya Jl Sultan Sejati
Gg. Keluarga, Samarinda Ilir, Minggu (08/03/2009).

Danuarta Wibawa dilarikan ke RS Islam, Jl Gurami, Samarinda, pada Kamis (5/3) kemarin akibat demam tinggi. Kondisinya justru semakin parah setelah diberi obat penurun panas dan puncaknya adalah pada sekitar pukul 05.00 WITA, Minggu (8/3).

Ketika itu nafas Danuarta terlihat semakin sesak. Upaya Tina dan Andi mencari pertolongan dokter hingga ke seluruh penjuru RSI Samarinda berakhir sia-sia, karena tidak ada satu pun dokter yang mereka temukan.

"Mestinya ada dokter jaga supaya untuk tangani kondisi darurat pasien
sewaktu-waktu. Tapi kok ini tidak ada dokter sama sekali?" gugat Tina.

Baru tiga jam kemudian Danuarta dilarikan ke ruang ICU. Diagnosa sementara saat itu menyatakan ada pembuluh darah Danuarta yang pecah, tapi yang paling mengkhawatirkan adalah perutnya yang semakin membesar.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(lh/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%