detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 08/03/2009 21:30 WIB

Balita Tewas Diduga Akibat Malpraktek

Robert Mas - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda - Danuarta Wibawa meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSI, Samarinda. Melihat kondisi tubuh yang membiru dan perut bengkak, orangtuanya menduga balita berumur 11 bulan itu meninggal akibat malpraktek.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan orang tua korban, Tina dan Andi Kusworo, ke Poltabes Samarinda. Menurut pasangan ini anak mereka kondisinya memburuk setelah diberikan obat penurun panas oleh tenaga medis.

"Awal masuk kondisi anak saya bagus saja, tapi kok lama kelamaan badannya membiru," tutur Tina kepada detikcom di rumahnya Jl Sultan Sejati
Gg. Keluarga, Samarinda Ilir, Minggu (08/03/2009).

Danuarta Wibawa dilarikan ke RS Islam, Jl Gurami, Samarinda, pada Kamis (5/3) kemarin akibat demam tinggi. Kondisinya justru semakin parah setelah diberi obat penurun panas dan puncaknya adalah pada sekitar pukul 05.00 WITA, Minggu (8/3).

Ketika itu nafas Danuarta terlihat semakin sesak. Upaya Tina dan Andi mencari pertolongan dokter hingga ke seluruh penjuru RSI Samarinda berakhir sia-sia, karena tidak ada satu pun dokter yang mereka temukan.

"Mestinya ada dokter jaga supaya untuk tangani kondisi darurat pasien
sewaktu-waktu. Tapi kok ini tidak ada dokter sama sekali?" gugat Tina.

Baru tiga jam kemudian Danuarta dilarikan ke ruang ICU. Diagnosa sementara saat itu menyatakan ada pembuluh darah Danuarta yang pecah, tapi yang paling mengkhawatirkan adalah perutnya yang semakin membesar.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(lh/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%