Detik.com News
Detik.com
Minggu, 08/03/2009 14:49 WIB

Pemerintah Siap Dukung Dana Pengembangan Obat Herbal AIDS & Kanker

Ari Saputra - detikNews
Pemerintah Siap Dukung Dana Pengembangan Obat Herbal AIDS & Kanker
Jakarta - Kekayaan sumber daya tanaman obat merupakan modal Indonesia membuat terobosan penting di dunia medis. Misalnya mengupayakan pengembangan dan produksi obat-obatan herbal untuk AIDS atau kanker dengan dukungan pendanaan penuh dari pemerintah.

Demikian kata Presiden SBY di sela peninjauan Etalase Tanaman Obat dan Pengembangan Obat Tradisional, di Tawangmangu, Jawa Tengah. Presiden didampingi Menkes Siti Fadilah Supari dalam peninjauan siang ini, Minggu (8/3/2009).

"Tolong dikembangkan obat kanker dan AIDS siapa tahu ada yang menjadi terobosan. Kita akan memberikan dana yang diperlukan" kata SBY.

Presiden menyayangkan kegiatan pengembangan obat tradisional yang dia nilai masih kurang. Pengolahan kekayaan tanaman obat yang ada sejauh ini juga lebih banyak di tingkat industri kecil dan menengah yang belum mendapat dukungan teknologi modern.

Padahal bila kekayaan alam tersebut digabungkan dengan teknologi dan didukung industri obat-obatan, Indonesia bisa menjadi pusat obat herbal dunia. Industri obat herbal menjadi sumber daya ekonomi nasional baru dan meningkatkan kualitas hidup petaninya.

"Dunia menyebut Indonesia negara bio-divertisity. Sayang sekali tidak diolah maksimal," ujarnya.

Kompleks etalase Tanaman Obat dan Pengembangan Obat Tradisional Tawangmangu tak ubahnya sebuah apotik hidup raksasa. Di atas lahan seluas lapangan sepak bola itu ditanam 900 spesies tanaman obat-obatan dari berbagai daerah, mulai dari kencur hingga buah merah.

Ketika berkeliling kebun, Presiden SBY mencicipi buah Manggis Jepang yang dia petik langsung dari pohonnya. Buah yang ukurannya hanya sebesar biji kelereng itu mujarab menumpas disentri.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%