Jumat, 06/03/2009 20:15 WIB

Presiden SBY Minta Presiden Korsel Bantu TKI Korban PHK

Luhur Hertanto - detikNews
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Tidak sedikit TKI di Korea Selatan yang jadi korban PHK sebagai dampak krisis ekonomi global. Pemerintah RI berharap Pemerintah Korea Selatan memberi kelonggaran kepada para TKI korban PHK untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Demikian papar Presiden SBY tentang salah satu agenda pertemuannya dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak. Pertemuan sore ini, Jumat (6/3/2009), berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya minta kepada beliau agar para TKI korban PHK diberi tenggang waktu cukup untuk mendapatkan pekerjaan baru dan lebih baik sehingga mereka tidak sampai harus kembali ke Indonesia," ujar SBY.

Sebelumnya Presiden SBY berterimakasih pada Presiden Lee Myung-bak atas crash program bagi para korban PHK. Program ini memberikan kesempatan pada para korban PHK, baik pekerja asing maupun lokal.

Atas permintaan tersebut Presiden Lee Myung-bak menyatakan memperhatikannya benar. Para TKI yang total jumlahnya sekitar 20 ribu orang merupakan bagaian dari perkembangan ekonomi Korsel.

"Kami tidak ada diskriminasi antara pekerja asing dan lokal. Setiba di Korsel nanti saya bersama jajaran terkait akan mencarikan jalan keluarnya," kata Presiden Lee Myung-bak.

Cegah PHK

Terkait mengantsipasi dampak krisis ekonomi global, Presiden SBY menyatakan Pemerintah RI terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor asing. Tidak terkecuali bagi perusahaan asal Korsel yang jumlahnya mencapai 1300 buah dan tengah memperkerjakan 500 ibu tenaga kerja.

"Kami terus mencarikan jalan agar semua perusahaan itu tetap berjalan
dan tidak perlu ada PHK," tutur SBY.

(lh/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel