detikcom
Kamis, 05/03/2009 09:16 WIB

Ayah: Prestasi Menurun Sengaja Dimunculkan Agar Terkesan David Salah video foto

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Strait times
Jakarta - Orang tua David membenarkan telah menerima surat peringatan dari Universitas Nanyang perihal menurunnya prestasi David Hartanto selama kuliah di Singapura.

Ayah David, Hartanto Widjaja, menduga isu pencabutan beasiswa sengaja dimunculkan pihak universitas untuk memojokkan anaknya.

"Itu sengaja dimunculkan agar anak saya seolah-olah mempunyai salah," kata Widjaja kepada detikcom melalui telepon, Kamis (5/3/2009).

Widjaja menambahkan, pihak keluarga tidak memasalahkan pencabutan beasiswa David. Hal ini karena kuliah David hendak berakhir sehingga tanpa beasiswa pun keluarga bisa mengongkosi pemuda 21 tahun itu.

"Tinggal satu semester, paling berapa sih?" komentar Widjaja.

Saat ini pihak keluarga masih terus menunggu hasil investigasi Kepolisian Singapura. Widjaja berjanji akan terus mencari informasi mengenai kematian anaknya.

"Kalau memang penyebabnya jelas tidak masalah, tapi ini semua janggal," tandasnya.

Media Singapura selama ini melansir, pihak universitas telah mengirim 3 kali surat peringatan pada David karena prestasinya menurun. Salah satu surat peringatan ditembuskan ke orangtua David. Namun prestasi David tak juga membaik sehingga beasiswa Asean eks peserta olimpiade matematika di Meksiko itu dicabut 2 pekan sebelum dia tewas.

(ape/nrl)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel