detikcom
Selasa, 03/03/2009 15:44 WIB

Restoran Dengan Nama Buddha di Bali Tak Bermasalah

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Buddha Bar di Jakarta memancing kontroversi, namun hal sebaliknya terjadi di Bali. Di Pulau Dewata tersebut, sejumlah restoran yang menggunakan nama Buddha aman-aman saja.

Hingga kini tidak ada protes. Bagi kami menggunakan nama Buddha tidak masalah tetapi jangan menghina," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Subawa kepada detikcom, Selasa (3/2/2009).

Subawa menegaskan bahwa restoran yang menggunakan nama Buddha di Kabupaten Badung juga tidak memiliki masalah administrasi. "Soal nama itu urusan dia (pengusaha), yang penting mereka tertib administrasi. Tidak ada juga restoran yang menyalahgunakan izin," ujarnya.

Di Bali terdapat beberapa restoran yang menggunakan nama Buddha, di antaranya Budhha's Belly Restaurant, Bali Buddha Restaurant, Buddha Haha Restaurant. Sebagian besar restoran tersebut berada di kawasan wisata di Kabupaten Badung.

Tak munculnya kontroversi penggunaan Buddha sebagai nama restoran di Bali juga disampaikan Ketua PHRI (perhimpunan hotel dan retoran Indonesia ) Kabupaten Badung Fery Markus. Ia mengakui belum mendengar protes dari masyarakat terkait protes yang di Jakarta ini.

"Belum ada protes. Kalau ada pasti mencuat. Yang baru terjadi hanya di Jakarta," ujarnya.

Mencuatnya kasus Buddha Bar di Menteng, Jakarta, menurut Markus, menjadi bahan pelajaran bagi PHRI Badung. Menurutnya, tidak semua restoran yang tersebar di Badung bergabung dalam PHRI. "Hanya sedikit restoran yang tergabung, jadi tidak semua bisa kita pantau," demikian Markus.



(gds/djo)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel