Wapres Dukung Menara Masjid Disewakan ke Perusahaan Ponsel
Jumat, 27/02/2009 16:18 WIB
Jakarta
Masjid-masjid di Indonesia yang memiliki menara di atas 30 meter sebaiknya tidak hanya mengandalkan kotak amal sebagai sumber dananya. Masjid bisa memanfaatkan menaranya untuk disewakan kepada perusahaan telepon seluler.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional Dewan Masjid Indonesia, di Gedung II, Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (27/2/2009).
"Menara-menara masjid dipasangi saja untuk perusahaan seluler karena kalau menara mesjid hanya dipakai untuk pasang speaker 5 kali sehari, sekalian disewakan aja biar berfungsi ganda," ujar Kalla.
Menurut Kalla, perusahaan telepon seluler juga akan terbantu jika menara menara masjid disewakan, mengingat membuat menara membutuhkan biaya yang mahal. "Belum lagi menyewa orang untuk menjaganya," tukasnya.
Kalla mengatakan masjid adalah sebuah institusi yang paling terbuka, sehingga tidak perlu diragukan soal akuntabilitas dalam pengaturan dana nantinya.
"Tidak pernah kita dengar pengurus masjid diperiksa KPK. Kalau negara diatur seperti itu, saya kira tidak akan ada masalah. Karena (kalau di masjid) ada pengeluaran sedkit saja diumumkan, bahkan ditempel," turunya.
Kalla menambahkan, bagian yang terpenting dari sebuah masjid adalah sound systemnya. Diakui dia, 50 persen keberhasilan masjid ditentukan alat pengeras suara.
"Kalau pengkhotbah ngomong, tapi sound-nya sangat melengking sana-sini. Tidak ada yang mendengar," pungkasnya. (lrn/nrl)
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Rapat Pimpinan Nasional Dewan Masjid Indonesia, di Gedung II, Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (27/2/2009).
"Menara-menara masjid dipasangi saja untuk perusahaan seluler karena kalau menara mesjid hanya dipakai untuk pasang speaker 5 kali sehari, sekalian disewakan aja biar berfungsi ganda," ujar Kalla.
Menurut Kalla, perusahaan telepon seluler juga akan terbantu jika menara menara masjid disewakan, mengingat membuat menara membutuhkan biaya yang mahal. "Belum lagi menyewa orang untuk menjaganya," tukasnya.
Kalla mengatakan masjid adalah sebuah institusi yang paling terbuka, sehingga tidak perlu diragukan soal akuntabilitas dalam pengaturan dana nantinya.
"Tidak pernah kita dengar pengurus masjid diperiksa KPK. Kalau negara diatur seperti itu, saya kira tidak akan ada masalah. Karena (kalau di masjid) ada pengeluaran sedkit saja diumumkan, bahkan ditempel," turunya.
Kalla menambahkan, bagian yang terpenting dari sebuah masjid adalah sound systemnya. Diakui dia, 50 persen keberhasilan masjid ditentukan alat pengeras suara.
"Kalau pengkhotbah ngomong, tapi sound-nya sangat melengking sana-sini. Tidak ada yang mendengar," pungkasnya. (lrn/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:03 WIB
Menkeu Tetap Menolak Bersaksi untuk Wa Ode, Termasuk di Pengadilan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
