Kamis, 26/02/2009 12:23 WIB

Video Penyiksaan Sadis Maling Pupuk oleh Massa Beredar di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Video kekerasan terhadap bocah maling pupuk satu karung beredar di Riau. Dalam rekaman video terlihat seorang bocah dianiaya dengan sadis oleh massa di Kabupaten Siak.

vidio kekerasan yang diterima detikcom, Kamis (26/02/2009) terlihat, Mario Marbun dianiaya di lapangan bulu tangkis yang sudah disemen. Ada belasan orang yang ramai-ramai menghajar dirinya yang tak berdaya. Mario terlihat hanya mengenakan kolor dengan kedua tangannya diikat dengan tali ke belakang.

Dalam keadaan terikat, silih berganti tubuhnya digebukin dengan kayu. Serta sebagian warga menendang wajahnya dengan kaki. Wajah Mario terlihat jontor. Hidungnya mengeluarkan darah segar. Dia menjerit minta ampun, namun warga tetap menganiayanya.

Tak puas menggebukti, warga yang terdengar berbahasa jawa itu, menyeret Mario sambil menyiramkan air. Tak sampai disitu, beberap bagian badan dan wajahnya disudut rokok. Dan lebih sadis lagi, Mario disuruh berdiri, kaki kananya diluruskan lantas diterjang dari depan. Bocah malang inipun tersungkur karena kakinya patah.

Vidio ini berdurasi 18 menit. Selama itu juga bocah ini tidak henti-hentinya dianiaya secara bergiliran. Setiap kali Mario menerima penganiyaan, orang di sekitarnya tertawa. Seakan warga menikmati tontonan bocah yang tak berdaya itu.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa penganiayaan maling pupuk ini terjadi pada November 2008 lalu, di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Bocah ini bisa diselamatkan dari tindakan biadap itu, setelah salah seorang imam masjid melintas untuk salat Ashar. Imam amsjid itu meminta warga menghentikan penganiayaan itu. Dari sana, Mario diserahkan ke Polres Siak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Timbul Siregar yang dikonfirmasi detikcom menyebut,bahwa Mario bukanlah tergolong anak-anak. Tapi sudah tergolong dewasa karena umurnya 20 tahun.

"Mario sudah kita tetapkan sebagai tersangka maling pupuk. Kasus pencurian ini masih dalam proses lebih lanjut," kata Timbul.

Kendati demikian, pihak kepolisian tetap mengusut kasus penganiayaan yang dilakukan warga. "Kita sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut," kata Timbul.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(cha/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%