Iran Mulai Uji Coba Pembangkit Nuklir
Kamis, 26/02/2009 11:04 WIB
Reuters
Terkait
Teheran
Iran sudah mulai menguji coba pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya. Uji coba tetap dilakukan di tengah tekanan internasional atas program nuklir Iran.
Para pejabat Iran dan Rusia turut menyaksikan dimulainya uji coba pembangkit nuklir tersebut di Bushehr pada Rabu, 25 Februari waktu setempat. Rusia memang telah terlibat dalam pembangunan pembangkit nuklir di Iran selama 14 tahun terakhir.
"Sesuai jadwal, uji coba bisa berlangsung antara empat dan enam, tujuh bulan," kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Gholam Reza Aghazdeh pada konferensi pers di Bushehr.
"Dan jika itu berjalan lancar, maka peluncuran Bushehr akan lebih cepat," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2009).
Dikatakannya, Iran saat ini juga terus melakukan aktivitas pengayaan uranium. Padahal Iran telah didesak internasional untuk menghentikan proses pengayaan uranium.
Iran telah berulang kali menolak seruan oleh Dewan Keamanan PNN untuk menghentikan pengayaan tersebut. Meskipun tiga rangkaian sanksi telah dijatuhkan pada Iran atas penolakannya itu.
Negara-negara Barat yang dimotori AS mengkhawatirkan program nuklir Iran tersebut dimaksudkan sebagai upaya terselubung untuk memproduksi senjata nuklir. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit listrik.
(ita/iy)
Para pejabat Iran dan Rusia turut menyaksikan dimulainya uji coba pembangkit nuklir tersebut di Bushehr pada Rabu, 25 Februari waktu setempat. Rusia memang telah terlibat dalam pembangunan pembangkit nuklir di Iran selama 14 tahun terakhir.
"Sesuai jadwal, uji coba bisa berlangsung antara empat dan enam, tujuh bulan," kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Gholam Reza Aghazdeh pada konferensi pers di Bushehr.
"Dan jika itu berjalan lancar, maka peluncuran Bushehr akan lebih cepat," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2009).
Dikatakannya, Iran saat ini juga terus melakukan aktivitas pengayaan uranium. Padahal Iran telah didesak internasional untuk menghentikan proses pengayaan uranium.
Iran telah berulang kali menolak seruan oleh Dewan Keamanan PNN untuk menghentikan pengayaan tersebut. Meskipun tiga rangkaian sanksi telah dijatuhkan pada Iran atas penolakannya itu.
Negara-negara Barat yang dimotori AS mengkhawatirkan program nuklir Iran tersebut dimaksudkan sebagai upaya terselubung untuk memproduksi senjata nuklir. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit listrik.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:00 WIB
Kemenhub: Sukhoi Setujui Beri Asuransi Rp 1,25 Miliar
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 17:53 WIB
Cerita Anggota Mapala UI Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:46 WIB
Gories Mere ke Las Vegas Diajak Tommy Winata, Rapat BNN-Komisi III Batal
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
