Seekor Beruang Mati Dijerat Warga Riau
Rabu, 25/02/2009 16:50 WIB
Pekanbaru
Pasca tiga harimau tewas dijerat warga, kini giliran beruang menjadi korban perburuan liar. Beruang itu juga dijerat warga lantas dibunuh. Kulit dan anggota tubuh lainnya kemudian diperjualbelikan.
Beruang itu terjerat di perkebunan kelapa sawit Desa Langgam, Kecamatan Bandar Sikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Beruang ini sengaja dijerat para pemburu liar karena sering masuk perkampungan warga.
"Kami kasihan melihat beruang itu. Setelah masuk jerat yang dipasang para pemburu, lantas beruang itu dibunuh dengan tombak. Setelah mati, beruang dikuliti, jantung dan hatinya dijual karena harganya lumayan mahal," kata Indra Siregar (34) seorang warga yang menyaksikan pembunuhan sadis itu kepada detikcom, Rabu (25/02/2009).
Dia menceritakan, sebenarnya beruang itu ada tiga ekor. Dua ekor merupakan sepasang jantan dan betina dan satu ekor lagi beruang anakan. Yang masuk jerat sepasang beruang yang terlilit tali di pohon sawit. Sedangkan anakannya hanya mengamati induknya yang terjerat.
"Sepasang beruang itu terjerat. Saat pemburu mencoba melepas beruang betinanya, ternyata tali yang melilit beruang jantan turut terlepas. Beruang jatan dan anaknya lantas berlari menjauh. Beruang betina menjadi sasaran dibunuh," kata Indra.
Masih menurut Indra, perburuan itu dilakukan karena dalam hitungan sebulan ini perkampungan mereka sering keluar masuk beruang. Malah warga juga enggan pergi ke kebun sawit dan karet mereka, karena beruang berkeliaran. "Ini alasan warga lantas memanggil orang yang sudah biasa memburu satwa liar," kata Indra.
Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Riau), Johny S Mundung kepada detikcom menyebut, perburuan beruang harus segara dihentikan. Sebab, kalau dibiarkan, maka beruang terus terancam punah. Beruang masuk perkampungan dan perkebunan warga, karena memang habitanya sudah beralih fungsi.
"Perburuan satwa liar menjadi dibenarkan dengan alasan ancaman terhadap warga. Kalau terus begini, maka tamatlah riwayat satwa langka yang ada di Riau. Selama ini harimau, gajah serta satwa yang dilindungi lainnya selalu menjadi sasaran perburuan liar," kata Johny.
Walhi mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, untuk segera turun langsung dalam menangani konflik yang terjadi. Menurut Johny BKSDA Riau selama ini terkesan tidak bekerja maksimal dalam mengatasi perburuan liar. Padahal dana yang disediakan pemerintah untuk menangani konflik setiap tahunnya mencapai Rp 3,5 miliar.
"Kita tidak paham apa sebenarnya kerja BKSDA di Riau ini. Mereka hanya menghabiskan dana anggaran tanpa mau berkerja untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi. Padahal penyelamatan satwa liar itu menjadi tugas mereka. Bubarkan saja BKSDA Riau itu," kata Mundung. (cha/djo)
Beruang itu terjerat di perkebunan kelapa sawit Desa Langgam, Kecamatan Bandar Sikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Beruang ini sengaja dijerat para pemburu liar karena sering masuk perkampungan warga.
"Kami kasihan melihat beruang itu. Setelah masuk jerat yang dipasang para pemburu, lantas beruang itu dibunuh dengan tombak. Setelah mati, beruang dikuliti, jantung dan hatinya dijual karena harganya lumayan mahal," kata Indra Siregar (34) seorang warga yang menyaksikan pembunuhan sadis itu kepada detikcom, Rabu (25/02/2009).
Dia menceritakan, sebenarnya beruang itu ada tiga ekor. Dua ekor merupakan sepasang jantan dan betina dan satu ekor lagi beruang anakan. Yang masuk jerat sepasang beruang yang terlilit tali di pohon sawit. Sedangkan anakannya hanya mengamati induknya yang terjerat.
"Sepasang beruang itu terjerat. Saat pemburu mencoba melepas beruang betinanya, ternyata tali yang melilit beruang jantan turut terlepas. Beruang jatan dan anaknya lantas berlari menjauh. Beruang betina menjadi sasaran dibunuh," kata Indra.
Masih menurut Indra, perburuan itu dilakukan karena dalam hitungan sebulan ini perkampungan mereka sering keluar masuk beruang. Malah warga juga enggan pergi ke kebun sawit dan karet mereka, karena beruang berkeliaran. "Ini alasan warga lantas memanggil orang yang sudah biasa memburu satwa liar," kata Indra.
Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Riau), Johny S Mundung kepada detikcom menyebut, perburuan beruang harus segara dihentikan. Sebab, kalau dibiarkan, maka beruang terus terancam punah. Beruang masuk perkampungan dan perkebunan warga, karena memang habitanya sudah beralih fungsi.
"Perburuan satwa liar menjadi dibenarkan dengan alasan ancaman terhadap warga. Kalau terus begini, maka tamatlah riwayat satwa langka yang ada di Riau. Selama ini harimau, gajah serta satwa yang dilindungi lainnya selalu menjadi sasaran perburuan liar," kata Johny.
Walhi mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, untuk segera turun langsung dalam menangani konflik yang terjadi. Menurut Johny BKSDA Riau selama ini terkesan tidak bekerja maksimal dalam mengatasi perburuan liar. Padahal dana yang disediakan pemerintah untuk menangani konflik setiap tahunnya mencapai Rp 3,5 miliar.
"Kita tidak paham apa sebenarnya kerja BKSDA di Riau ini. Mereka hanya menghabiskan dana anggaran tanpa mau berkerja untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi. Padahal penyelamatan satwa liar itu menjadi tugas mereka. Bubarkan saja BKSDA Riau itu," kata Mundung. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:03 WIB
Menkeu Tetap Menolak Bersaksi untuk Wa Ode, Termasuk di Pengadilan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
