Demam Facebook
Agar Tidak Dibilang Kampungan
Selasa, 24/02/2009 16:17 WIB
Jakarta
Roni seorang mahasiswa pasca sarjana di sebuah universitas swasta di Jakarta mengaku kesal ketika membaca komentar miring teman-temannya di Facebook. Soalnya yang dikomentari adalah foto dirinya yang berpakaian renang. Foto itu terpajang di dinding Facebook miliknya.
Yang bikin Roni tambah kesal, bosnya yang juga sering ber-Facebook, melihat foto konyolnya berikut komentar-komentar yang ada di bawahnya. Ia pun sempat diingatkan atasannya untuk tidak mengupload lagi foto-foto konyol di Facebook karena bisa menjatuhkan reputasi perusahaan.
Apalagi Roni saat ini sedang dipromosikan sebagai manager keuangan di kantornya. "Wah kalau begini saya bisa nggak jadi dipromosikan," kata Roni saat ngobrol dengan detikcom.
Kekhawatiran Roni ini dipicu keterangan sang bos yang mengatakan kalau bagian sumber daya manusia (SDM) atau HRD di perusahaannya sering memelototi Facebook atau situs sejenis. Dua situs jaringan sosial itu digunakan HRD untuk mengetahui karakter para karyawannya serta para pelamar kerja.
Kenyataan ini tidak mengherankan. Sebab berdasarkan riset yang dilakukan Yasni.co.uk, setidaknya 961 manajer dan eksekutif bagian SDM di seluruh dunia gemar memanfaatkan Facebook atau MySpace untuk mencari tahu seperti apa karakter pelamarnya itu.
Dari riset tersebut juga terungkap, sekitar 20 persen menyatakan mereka menolak karyawan berdasarkan apa yang terlihat dari Facebook atau MySpace. Sebagian besar yang ditolak ini biasanya melihat adegan foto calon karyawan sedang mabuk--yang biasanya dianggap lucu-lucuan atau komentar yang kasar.
Penggunaan Facebook oleh bagian SDM hanya untuk memudahkan. Sebab waktu yang dibutuhkan untuk memantau karyawan atau pelamar semakin singkat. Apalagi anggota Facebook sangat banyak. Karena website tersebut sedang jadi fenomena di masyarakat.
Bloger dan praktisi pergaulan dunia maya, Enda Nasution mengatakan gaya dan tampilan Facebook yang sederhana itulah yang menjadi pemikatnya. Tampilan yang mayoritas didominasi oleh warna putih, biru, dan abu-abu, menjadikan Facebook lebih elegan.
"Selain tampilannya yang elegan, Facebook juga sebuah aplikasi yang bersifat terbuka. Dengan API (application programming interface) sehingga semua orang bisa membuat dan menambahkan aplikasi yang ada di Facebook, tanpa harus jadi programmer untuk melakukan itu," kata Enda Nasution kepada detikcom.
Enda juga menjelaskan konten seperti tag foto yang bisa dikomentari, juga makin banyak digandrungi. Hingga kemudian, muncul istilah tagging yang semakin populer. Facebook juga menggabungkan konsep chatting dan microbloging ke dalam fiturnya.
Ia juga menjelaskan Facebook telah menerapkan model web 3.0 sebagai sarana penghubung antarsitus web. Dengan web 3.0, pengguna hanya perlu log in dari satu situs web, untuk kemudian diteruskan pada situs web lain.
Misalnya, seseorang bisa sekaligus memperbarui status tag di plurk, dan secara otomatis berlanjut ke
Facebook. "Informasi yang ditampilkan dalam Facebook dari anggotanya bersifat Real Time," jelas Enda.
Randy Zuckerberg, Direktur Global Facebook saat diwawancara The Sunday Telegraph mengatakan, saat ini banyak perusahaan multinasional yang tertarik buka Facebook. Mereka umumnya memanfaatkan untuk menyeleksi calon karyawan, atau menyeleksi karyawan yang akan dipromosikan jabatannya.
Namun pola semacam ini, kata psikolog Universitas Indonesia Niken Ardiyanti, tidak akan bertahan lama. Sebab para penggemar Facebook di Indonesia akan mudah bosan. "Ini sudah tipikal masyarakat Indonesia. Yang bosenan dan supaya tidak dibilang kampungan," pungkas Niken. (ron/ddg)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Yang bikin Roni tambah kesal, bosnya yang juga sering ber-Facebook, melihat foto konyolnya berikut komentar-komentar yang ada di bawahnya. Ia pun sempat diingatkan atasannya untuk tidak mengupload lagi foto-foto konyol di Facebook karena bisa menjatuhkan reputasi perusahaan.
Apalagi Roni saat ini sedang dipromosikan sebagai manager keuangan di kantornya. "Wah kalau begini saya bisa nggak jadi dipromosikan," kata Roni saat ngobrol dengan detikcom.
Kekhawatiran Roni ini dipicu keterangan sang bos yang mengatakan kalau bagian sumber daya manusia (SDM) atau HRD di perusahaannya sering memelototi Facebook atau situs sejenis. Dua situs jaringan sosial itu digunakan HRD untuk mengetahui karakter para karyawannya serta para pelamar kerja.
Kenyataan ini tidak mengherankan. Sebab berdasarkan riset yang dilakukan Yasni.co.uk, setidaknya 961 manajer dan eksekutif bagian SDM di seluruh dunia gemar memanfaatkan Facebook atau MySpace untuk mencari tahu seperti apa karakter pelamarnya itu.
Dari riset tersebut juga terungkap, sekitar 20 persen menyatakan mereka menolak karyawan berdasarkan apa yang terlihat dari Facebook atau MySpace. Sebagian besar yang ditolak ini biasanya melihat adegan foto calon karyawan sedang mabuk--yang biasanya dianggap lucu-lucuan atau komentar yang kasar.
Penggunaan Facebook oleh bagian SDM hanya untuk memudahkan. Sebab waktu yang dibutuhkan untuk memantau karyawan atau pelamar semakin singkat. Apalagi anggota Facebook sangat banyak. Karena website tersebut sedang jadi fenomena di masyarakat.
Bloger dan praktisi pergaulan dunia maya, Enda Nasution mengatakan gaya dan tampilan Facebook yang sederhana itulah yang menjadi pemikatnya. Tampilan yang mayoritas didominasi oleh warna putih, biru, dan abu-abu, menjadikan Facebook lebih elegan.
"Selain tampilannya yang elegan, Facebook juga sebuah aplikasi yang bersifat terbuka. Dengan API (application programming interface) sehingga semua orang bisa membuat dan menambahkan aplikasi yang ada di Facebook, tanpa harus jadi programmer untuk melakukan itu," kata Enda Nasution kepada detikcom.
Enda juga menjelaskan konten seperti tag foto yang bisa dikomentari, juga makin banyak digandrungi. Hingga kemudian, muncul istilah tagging yang semakin populer. Facebook juga menggabungkan konsep chatting dan microbloging ke dalam fiturnya.
Ia juga menjelaskan Facebook telah menerapkan model web 3.0 sebagai sarana penghubung antarsitus web. Dengan web 3.0, pengguna hanya perlu log in dari satu situs web, untuk kemudian diteruskan pada situs web lain.
Misalnya, seseorang bisa sekaligus memperbarui status tag di plurk, dan secara otomatis berlanjut ke
Facebook. "Informasi yang ditampilkan dalam Facebook dari anggotanya bersifat Real Time," jelas Enda.
Randy Zuckerberg, Direktur Global Facebook saat diwawancara The Sunday Telegraph mengatakan, saat ini banyak perusahaan multinasional yang tertarik buka Facebook. Mereka umumnya memanfaatkan untuk menyeleksi calon karyawan, atau menyeleksi karyawan yang akan dipromosikan jabatannya.
Namun pola semacam ini, kata psikolog Universitas Indonesia Niken Ardiyanti, tidak akan bertahan lama. Sebab para penggemar Facebook di Indonesia akan mudah bosan. "Ini sudah tipikal masyarakat Indonesia. Yang bosenan dan supaya tidak dibilang kampungan," pungkas Niken. (ron/ddg)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
