Menuju RI-1
JK Diprediksi Akan Kalahkan SBY
Sabtu, 21/02/2009 19:04 WIB
Jakarta
Kesiapan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) untuk menjadi capres menambah deretan baru calon pesaing Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Diprediksi, SBY akan kalah bersaing dengan wakil presidennya.
"JK akan menang dalam perang SBY versus Kalla ke RI-1," ujar calon presiden independen yang gagal memeriahkan persaingan di Pilpres 2009, Fadjroel Rahman kepada detikcom via SMS, Sabtu (21/2/2009).
Fadjroel tidak bisa bersaing memeriahkan Pilpers 2009 lantaran Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi yang dia ajukan bersama beberapa elemen lain terkait syarat untuk menjadi capres.
Fadjroel mengibaratkan, persaingan SBY-JK ibarat perang antar-Soehartois melawan Orbais terakhir. SBY disebut sebagai loyalis Soeharto, sedangkan JK adalah koroni Soeharto. "Namun dua sosok politik konservatif ini akan tetap membawa Indonesia dalam stagnasi demokrasi dan kepentingan sosial ekonomi, walau pembangunan tumbuh," kata Fadjroel.
Kemenangan JK atas SBY, lanjut Fadjroel lantaran kekuatan organisasi Golkar lebih merata, solid dan berpengalaman. Namun yang dia takutkan, SBY bisa saja memanfaatkan jaringan teritorial militer seperti Babinsa, Koramil, Kodim, Kodam dan Korem. "Ini khas Orba," imbuhnya.
Dengan penuh percaya diri, alumni ITB yang getol menolak penghargaan gelar honoris causa untuk SBY oleh ITB ini berujar, pada tahun 2014 nanti baru akan hadir RI-1 yang progresif, muda, non-0rbais, non-Soehartois. Karena dia optimistis, calon presiden independen pada 2014 bisa ikut meramaikan pilpres. (anw/anw)
"JK akan menang dalam perang SBY versus Kalla ke RI-1," ujar calon presiden independen yang gagal memeriahkan persaingan di Pilpres 2009, Fadjroel Rahman kepada detikcom via SMS, Sabtu (21/2/2009).
Fadjroel tidak bisa bersaing memeriahkan Pilpers 2009 lantaran Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi yang dia ajukan bersama beberapa elemen lain terkait syarat untuk menjadi capres.
Fadjroel mengibaratkan, persaingan SBY-JK ibarat perang antar-Soehartois melawan Orbais terakhir. SBY disebut sebagai loyalis Soeharto, sedangkan JK adalah koroni Soeharto. "Namun dua sosok politik konservatif ini akan tetap membawa Indonesia dalam stagnasi demokrasi dan kepentingan sosial ekonomi, walau pembangunan tumbuh," kata Fadjroel.
Kemenangan JK atas SBY, lanjut Fadjroel lantaran kekuatan organisasi Golkar lebih merata, solid dan berpengalaman. Namun yang dia takutkan, SBY bisa saja memanfaatkan jaringan teritorial militer seperti Babinsa, Koramil, Kodim, Kodam dan Korem. "Ini khas Orba," imbuhnya.
Dengan penuh percaya diri, alumni ITB yang getol menolak penghargaan gelar honoris causa untuk SBY oleh ITB ini berujar, pada tahun 2014 nanti baru akan hadir RI-1 yang progresif, muda, non-0rbais, non-Soehartois. Karena dia optimistis, calon presiden independen pada 2014 bisa ikut meramaikan pilpres. (anw/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
Ibunda Ingin Lihat Jasad Heny Pramugari Sky untuk Terakhir Kali
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
