Sabtu, 21/02/2009 18:00 WIB

2 Kapal Perang Prancis Merapat di Tanjung Priok foto

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Foto: Taufiqqurahman/detikcom
Jakarta - Dua kapal perang Prancis Jeanne d' Arc dan Georges Leygues bersandar di dermaga 115 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua kapal tersebut bersandar Sabtu (21/2/2009) pukul 10.00 WIB.

"Bagian utama perjalanan ini adalah untuk gerakan diplomasi dua negara dan khususnya untuk menjalin kerjasama antar angkatan laut Indonesia dan angkatan laut Prancis," ujar Kapten Kapal Jeanne d' Arc, Herve' Blejean, ketika dijumpai wartawan di lokasi.

Kapal Jeanne d' Arc terdiri dari 9 tingkat dengan panjang 182 meter. Kapal ini mengangkut 4 helikopter, 4 senjata mesin dan 6 misil antipesawat udara.

Blejen mengatakan kapalnya bersama kapal Georges Leygues berangkat dari Prancis pada bulan Desember 2008. Sebelum tiba di Indonesia, kedua kapal tersebut sudah melewati beberapa negara, antara lain Singapura, Maroko, Spanyol dan Yunani. Kapal George Leygues yang berjenis perusak dipimpin oleh komandan Thierry Catard.

Kapal Jeanne d' Arc mengangkut para kadet dari negara-negara lain untuk belajar bersama dengan kadet asal Prancis. Lettu Jatmiko, kadet asal Indonesia pun ikut dalam rombongan ini.

"Saya banyak mendapat pelajaran dari pertukaran belajar ini," ujar Jatmiko.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lrn/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%