Detik.com News
Detik.com
Jumat, 20/02/2009 22:12 WIB

2 Sukhoi TNI AU Nyaris Ditembak Tak Usah Dibesar-besarkan

Moksa Hutasoit - detikNews
2 Sukhoi TNI AU Nyaris Ditembak Tak Usah Dibesar-besarkan
Jakarta - Alarm dua pesawat Sukhoi yang sedang berlatih di kawasan udara Makassar tiba-tiba berbunyi. Kuat dugaan, dua pesawat baru itu dikunci oleh misil atau hendak ditembak.

Peristiwa ini dianggap biasa oleh anggota DPR Komisi I, Yuddy Chrisnandi. Calon presiden dari Dewan Integrasi Bangsa ini meminta agar masalah ini jangan dibesar-besarkan.

"Itu hal biasa, technical error untuk sebuah sistem pesawat canggih yang baru kita pelajari," ujar Yuddy kepada detikcom lewat pesan pendek, Jumat (20/2/2009).

Menurut Yuddy, negara sekelas Amerika Serikat saja pernah mengalami hal serupa. Salah satu pesawat Mig-21 milik mereka pernah salah tembak.

Untuk itu, jika ditemukan kerusakan dalam penyelidikan, pesawat yang masih berstatus uji coba ini harus segera diperbaiki. Pihak indonesia tinggal menyerahkan kepada Rusia untuk mengurusnya.

"Tidak perlu keluar biaya karena seharusnya masih garansi dari pihak Rusia," tegasnya.

Seperti diketahui, dua pesawat Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak pesawat asing saat menggelar latihan terbang sekitar pukul 09.00 Wita. Alarm kedua pesawat tersebut berbunyi saat berada di ketinggian 20 ribu kaki.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%