Kejagung Tak Mau Dibandingkan dengan KPK
Jumat, 20/02/2009 15:13 WIB
Jakarta
Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta kejagung mencontoh strategi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyelamatan aset negara. Tapi kejagung justru enggan dibanding-bandingkan KPK.
"Jangan bandingkan dengan KPK dong. Bilang sama ICW, Kejaksaan Agung jangan dibanding-bandingkan dengan KPK. Ini gimana sih ICW suka membanding-bandingkan dengan KPK?" tegas Jampidsus Marwan Effendy di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
Marwan menegaskan hal tersebut terkait tanggapan Indonesian Corruption Watch (ICW) atas kebijakan untuk tidak menahan koruptor yang mengembalikan uang.
Menurut Marwan, KPK memiliki aturan main sendiri dalam dalam hal penyelamatan aset negara. "Dia bisa nyimpang prosedur, kita kan enggak," imbuhnya.
"Jadi, kalau dia mau membanding-bandingkan enggak pantas itu. Saya teman sama ICW, tapi jangan pakai cara-cara begitu dia," tambahnya.
Sebelumnya, ICW menyayangkan kebijakan Kejagung yang tidak akan menahan koruptor yang mengembalikan aset-aset kerugian negara. Langkah itu justru memperlemah pemberantasan korupsi.
Namun Marwan mengatakan, dengan begitu pihaknya justru memperhatikan kerugian negara. Hal ini mencontoh beberapa negara lain yang sudah mengembangkan restore active justice dimana Perkara yang nuansanya perdata, tidak dilihat lagi pidananya. (nov/ndr)
"Jangan bandingkan dengan KPK dong. Bilang sama ICW, Kejaksaan Agung jangan dibanding-bandingkan dengan KPK. Ini gimana sih ICW suka membanding-bandingkan dengan KPK?" tegas Jampidsus Marwan Effendy di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
Marwan menegaskan hal tersebut terkait tanggapan Indonesian Corruption Watch (ICW) atas kebijakan untuk tidak menahan koruptor yang mengembalikan uang.
Menurut Marwan, KPK memiliki aturan main sendiri dalam dalam hal penyelamatan aset negara. "Dia bisa nyimpang prosedur, kita kan enggak," imbuhnya.
"Jadi, kalau dia mau membanding-bandingkan enggak pantas itu. Saya teman sama ICW, tapi jangan pakai cara-cara begitu dia," tambahnya.
Sebelumnya, ICW menyayangkan kebijakan Kejagung yang tidak akan menahan koruptor yang mengembalikan aset-aset kerugian negara. Langkah itu justru memperlemah pemberantasan korupsi.
Namun Marwan mengatakan, dengan begitu pihaknya justru memperhatikan kerugian negara. Hal ini mencontoh beberapa negara lain yang sudah mengembangkan restore active justice dimana Perkara yang nuansanya perdata, tidak dilihat lagi pidananya. (nov/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:00 WIB
Kemenhub: Sukhoi Setujui Beri Asuransi Rp 1,25 Miliar
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 17:53 WIB
Cerita Anggota Mapala UI Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:46 WIB
Gories Mere ke Las Vegas Diajak Tommy Winata, Rapat BNN-Komisi III Batal
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
