DPD Golkar Usung Capres
JK Dinilai Main Dua Kaki
Kamis, 19/02/2009 13:39 WIB
Jakarta
Semua DPD Tingkat I Partai Golkar sepakat agar partai beringin mengusung capres sendiri. Para ketua partai tingkat provinsi itu menyatakan hal tersebut di kediaman sang Ketua Umum Jusuf Kalla. Langkah ini dinilai sebagai politik dua kaki JK.
"JK mau main 2 kaki, tetap menjamin dengan SBY, tapi dia juga ingin anak buahnya jangan konflik dengan dia," kata pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi melalui telepon, Kamis (19/2/2009).
Arbi mengambil kesimpulan, sebagai ketua umum, JK kemungkinan tidak akan lantas menyatakan Golkar akan mengusung capres. "Dia (JK) pasti akan berkilah, tunggu hasil pemilu," tegas Arbi.
Dalam pengamatan Arbi, di dalam tubuh Golkar, saat ini memang ada 2 kubu. Antara yang pro SBY dan lainnya yang ingin mengusung capres dari kader Golkar.
"Dengan adanya desakan DPD ini, berarti JK makin dipojokkan dan terjepit," jawabnya.
Lebih lanjut dia juga menyatakan, apa yang diminta DPD tingkat I ini juga menjadi ujian apakah nantinya DPD itu akan mendengar dia atau tidak.
"Ini aspirasi yang disampaikan, kita lihat nanti apa ancaman yang akan diberikan kalau Kalla menunda-nunda pengusungan capres," jelasnya.
Yang memberatkan memang bila Golkar tidak mencapai 18 persen suara pada pemilu legislatif mendatang. "Kalau target Golkar tidak tercapai 18 persen, lalu apa yang mau dibuat? Mau berkoalisi dengan siapa? Jadi usulan mengusung capres ini menjadi problema Kalla. Diikuti salah, tidak diikuti dia dilawan," terangnya. (ndr/nrl)
"JK mau main 2 kaki, tetap menjamin dengan SBY, tapi dia juga ingin anak buahnya jangan konflik dengan dia," kata pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi melalui telepon, Kamis (19/2/2009).
Arbi mengambil kesimpulan, sebagai ketua umum, JK kemungkinan tidak akan lantas menyatakan Golkar akan mengusung capres. "Dia (JK) pasti akan berkilah, tunggu hasil pemilu," tegas Arbi.
Dalam pengamatan Arbi, di dalam tubuh Golkar, saat ini memang ada 2 kubu. Antara yang pro SBY dan lainnya yang ingin mengusung capres dari kader Golkar.
"Dengan adanya desakan DPD ini, berarti JK makin dipojokkan dan terjepit," jawabnya.
Lebih lanjut dia juga menyatakan, apa yang diminta DPD tingkat I ini juga menjadi ujian apakah nantinya DPD itu akan mendengar dia atau tidak.
"Ini aspirasi yang disampaikan, kita lihat nanti apa ancaman yang akan diberikan kalau Kalla menunda-nunda pengusungan capres," jelasnya.
Yang memberatkan memang bila Golkar tidak mencapai 18 persen suara pada pemilu legislatif mendatang. "Kalau target Golkar tidak tercapai 18 persen, lalu apa yang mau dibuat? Mau berkoalisi dengan siapa? Jadi usulan mengusung capres ini menjadi problema Kalla. Diikuti salah, tidak diikuti dia dilawan," terangnya. (ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
