Akbar Kritik JK Yang Kumpulkan DPD di Rumahnya
Kamis, 19/02/2009 13:17 WIB
Jakarta
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung tidak mempersoalkan langkah Jusuf Kalla yang mengumpulkan DPD-DPD dirumahnya jika dalam konteks silaturahmi. Namun jika pertemuan itu untuk membahas kebijakan partai sebaiknya dilakukan di rapat resmi sehingga keputusannya mengikat.
"Sebagai ketua umum, boleh-boleh saja berkomunikasi dengan kader di daerah. Itu sifatnya silaturahmi biasa. Namun jika bicara konten atau substansi sebaiknya dilakukan dirapat konsultasi karena resmi," kata Akbar pada wartawan usai menghadiri acara peringatan HUT PPRN ke-3 di Hotel Cempaka, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
Menurut Mantan Ketua DPR ini, pembicaraan resmi partai dalam rapat konsultasi nasional memiliki bobot yang mengikat daripada sekedar silaturahmi. Karena itu, pimpinan parpol harus membiasakan jalur yang formal dalam mengambil kebijakan partai.
"Hal itu diperlukan untuk membahas kesiapan Partai Golkar menghadapi pemilu 2009. Karena saya tak terkait struktur partai, saya tak diundang sehingga tidak tahu bagaimana prosesnya," kata Akbar.
Saat ditanya mengenai penjaringan capres yang hanya membatasi kader Golkar, Akbar menilai memang harus demikian. Namun, semua keputusannya harus melalui mekanisme yang disepakati setelah mengetahui perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif.
"Ini kan penjaringan dari internal Golkar, ya harus kader terbaik Golkar. Namun tidak tertutup peluang bagi capres lain, tergantung perolehan suara nanti. Tidak tertutup kemungkinan jika Golkar tidak cukup suara, Golkar mengambil nomor 2," pungkas Akbar. (yid/ndr)
"Sebagai ketua umum, boleh-boleh saja berkomunikasi dengan kader di daerah. Itu sifatnya silaturahmi biasa. Namun jika bicara konten atau substansi sebaiknya dilakukan dirapat konsultasi karena resmi," kata Akbar pada wartawan usai menghadiri acara peringatan HUT PPRN ke-3 di Hotel Cempaka, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
Menurut Mantan Ketua DPR ini, pembicaraan resmi partai dalam rapat konsultasi nasional memiliki bobot yang mengikat daripada sekedar silaturahmi. Karena itu, pimpinan parpol harus membiasakan jalur yang formal dalam mengambil kebijakan partai.
"Hal itu diperlukan untuk membahas kesiapan Partai Golkar menghadapi pemilu 2009. Karena saya tak terkait struktur partai, saya tak diundang sehingga tidak tahu bagaimana prosesnya," kata Akbar.
Saat ditanya mengenai penjaringan capres yang hanya membatasi kader Golkar, Akbar menilai memang harus demikian. Namun, semua keputusannya harus melalui mekanisme yang disepakati setelah mengetahui perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif.
"Ini kan penjaringan dari internal Golkar, ya harus kader terbaik Golkar. Namun tidak tertutup peluang bagi capres lain, tergantung perolehan suara nanti. Tidak tertutup kemungkinan jika Golkar tidak cukup suara, Golkar mengambil nomor 2," pungkas Akbar. (yid/ndr)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
