Massa Anti Hillary Aksi Duduk, Jl Medan Merdeka Macet
Rabu, 18/02/2009 16:49 WIB
Foto: Ari Saputra
Terkait
Jakarta
Lima puluhan pengunjuk rasa anti Pemilu 2009 dan Menlu AS Hillary Clinton terlibat aksi dorong dengan aparat keamanan. Mereka menggelar aksi duduk yang semakin membuat macet lalu lintas sekitar Monas pada jam pulang kantor.
Insiden saling dorong terjadi di seberang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Puluhan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (18/2/2009), langsung membentuk barisan menuju Istana Merdeka.
Tapi polisi yang berjaga di sekitar lokasi menilai barisan tersebut terlalu memakan badan jalan. Maka mereka mendorong mahasiswa yang ada di sisi luar agar merapatkan barisan.
Polisi juga meminta mobil perangkat sound system pengunjuk rasa untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Selatan. Polisi beralasan arus lalu lintas jam pulang kantor yang mulai padat kembali.
Pengunjuk rasa memandang tindakan polisi sebagai aksi represif. Sebagai tindak balasan, mahasiswa berusaha mendorong balik barisan polisi sambil melontarkan caci maki. Mereka lalu melakukan aksi duduk.
Di tengah situasi tegang seperti itu, mendadak muncul sepeda motor melaju dari belakang barisan. Bergegas saja beberapa orang polisi mengepung untuk menghentikannya. Pengendara motor sempat terjungkal jatuh itu pun kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan. (lh/nrl)
Insiden saling dorong terjadi di seberang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Puluhan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (18/2/2009), langsung membentuk barisan menuju Istana Merdeka.
Tapi polisi yang berjaga di sekitar lokasi menilai barisan tersebut terlalu memakan badan jalan. Maka mereka mendorong mahasiswa yang ada di sisi luar agar merapatkan barisan.
Polisi juga meminta mobil perangkat sound system pengunjuk rasa untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Selatan. Polisi beralasan arus lalu lintas jam pulang kantor yang mulai padat kembali.
Pengunjuk rasa memandang tindakan polisi sebagai aksi represif. Sebagai tindak balasan, mahasiswa berusaha mendorong balik barisan polisi sambil melontarkan caci maki. Mereka lalu melakukan aksi duduk.
Di tengah situasi tegang seperti itu, mendadak muncul sepeda motor melaju dari belakang barisan. Bergegas saja beberapa orang polisi mengepung untuk menghentikannya. Pengendara motor sempat terjungkal jatuh itu pun kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan. (lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:03 WIB
Menkeu Tetap Menolak Bersaksi untuk Wa Ode, Termasuk di Pengadilan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
