Kasus Upah Pungut Pajak
Mendagri Akan Panggil Para Gubernur
Kamis, 12/02/2009 20:12 WIB
Jakarta
Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menggelar pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus upah pungut pajak. Salah satu hasilnya, Mendagri akan memanggil para gubernur se-Indonesia.
"Saya akan memangil gubernur-gubernur daerah," ujar Mardiyanto saat jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
Pemanggilan ini, kata Mardiyanto, bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana aturan upah pungut pajak harus dilakukan dalam masa yang akan datang. Jika nantinya ada perubahan aturan dalam Kepmendagri yang mengatur hal itu, maka diharapkan tidak akan mengganggu proses pemungutan pajak di daerah.
"Saya akan tertibkan. Ke depannya, kita sudah diskusi dengan KPK untuk melakukan langkah-langkah pencegahan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin menyatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan bekerjasama dengan Depdagri dalam melakukan amandemen aturan yang bermasalah. Tim yang dipimpin oleh Deputi Pencegahan KPK Eko Tjiptadi tersebut akan fokus pada revisi Kepmendagri No 35 Tahun 2002 dan No 36 Tahun 2002 tentang Alokasi Biaya Pemungutan Pajak.
"Intinya upah pungut pajak dari daerah itu dialokasikan untuk pemerintah daerah tidak boleh untuk pemerintah pusat," kata Jasin.
Tim ini akan bekerja dalam mulai pekan depan. Diharapkan setelah adanya pembahasan oleh tim, maka aturan-aturan yang bias dalam Kepmendagri tersebut bisa diluruskan.
"Kalau soal penindakannya bukan domain saya," pungkasnya.
Kasus upah pungut pajak ini mulai berhembus saat KPK menemukan adanya perluasan jumlah pejabat yang berhak menerima dana tersebut.
Dalam PP No 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, yang berhak menerima uang tersebut adalah instansi pemungut pajak. Namun dalam Kepmendagri Nomor 35 Tahun 2002 dan No 27 Tahun 2002 tentang Pedoman Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Daerah, yang berhak menerima adalah pejabat dari tim pembina pusat yang terdiri dari kepolisian, pejabat Depdagri, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Departemen Keuangan (Depkeu).
Belakangan diketahui, uang tersebut juga diterima oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi di beberapa daerah termasuk gubernur dan anggota DPRD. Saat ini KPK sedang menyelidiki penerimaan upah pungut pajak di DKI Jakarta. (mad/anw)
"Saya akan memangil gubernur-gubernur daerah," ujar Mardiyanto saat jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
Pemanggilan ini, kata Mardiyanto, bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana aturan upah pungut pajak harus dilakukan dalam masa yang akan datang. Jika nantinya ada perubahan aturan dalam Kepmendagri yang mengatur hal itu, maka diharapkan tidak akan mengganggu proses pemungutan pajak di daerah.
"Saya akan tertibkan. Ke depannya, kita sudah diskusi dengan KPK untuk melakukan langkah-langkah pencegahan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin menyatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan bekerjasama dengan Depdagri dalam melakukan amandemen aturan yang bermasalah. Tim yang dipimpin oleh Deputi Pencegahan KPK Eko Tjiptadi tersebut akan fokus pada revisi Kepmendagri No 35 Tahun 2002 dan No 36 Tahun 2002 tentang Alokasi Biaya Pemungutan Pajak.
"Intinya upah pungut pajak dari daerah itu dialokasikan untuk pemerintah daerah tidak boleh untuk pemerintah pusat," kata Jasin.
Tim ini akan bekerja dalam mulai pekan depan. Diharapkan setelah adanya pembahasan oleh tim, maka aturan-aturan yang bias dalam Kepmendagri tersebut bisa diluruskan.
"Kalau soal penindakannya bukan domain saya," pungkasnya.
Kasus upah pungut pajak ini mulai berhembus saat KPK menemukan adanya perluasan jumlah pejabat yang berhak menerima dana tersebut.
Dalam PP No 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, yang berhak menerima uang tersebut adalah instansi pemungut pajak. Namun dalam Kepmendagri Nomor 35 Tahun 2002 dan No 27 Tahun 2002 tentang Pedoman Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Daerah, yang berhak menerima adalah pejabat dari tim pembina pusat yang terdiri dari kepolisian, pejabat Depdagri, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Departemen Keuangan (Depkeu).
Belakangan diketahui, uang tersebut juga diterima oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi di beberapa daerah termasuk gubernur dan anggota DPRD. Saat ini KPK sedang menyelidiki penerimaan upah pungut pajak di DKI Jakarta. (mad/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
