detikcom
Kamis, 12/02/2009 14:38 WIB

Polisi Gerebek Pasar Penjual Satwa Liar di Jaktim

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Satuan Sumber Daya Lingkungan (Sundaling) Reskrimsus Polda Metro Jaya bersama Forum Anti Perdagangan Satwa Liar menggerebek pasar Rawa Bening, Jati Negara, Jakarta Timur (Jaktim). Pasar tersebut menjual satwa-satwa liar yang sudah diawetkan.

"Pukul 11.00 WIB tadi kita menggerebek Pasar Rawa Bening, Jatinegara. Didapatkan satu ekor macan tutul yang sudah diawetkan, kepala harimau, kulit beruang, ekor kaki macan, rahang hiu, gading gigi gajah," ujar Kasat Sundaling Polda Metro Jaya, AKBP Rudi Setiawan, di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/2/2009).

Menurut Rudi, petugas meringkus empat orang pedagang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial DP, MR, MZ, JF.

Harimau utuh yang diawetkan itu biasanya mereka jual seharga Rp 15-20 juta, gading gajah Rp 5-10 juta, gading gajah yang jadi sarung keris Rp 12 juta, kulit macan Rp 200 ribu, dan taring macan 1-2 juta.

"Untuk sementara, informasi yang kita peroleh pedagang-pedagang ini mendapatkan barang-barang dari kolektor dan pemburu," jelas Rudi.

Para tersangka tersebut dikenai UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2b KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Rudi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dari hasil penggerebekan kali ini. Tidak menutup kemungkinan barang-barang itu dipasarkan ke luar negeri.

Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(irw/iy)



Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close