Polemik ABS
Pernyataan SBY Tak Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara
Rabu, 04/02/2009 21:26 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang isu ABS dari sejumlah petinggi TNI dan Polri tidak memberi manfaat apa-apa buat kepentingan bangsa dan negara ini. Justru, pernyataan itu malah berpotensi perpecahan di internal TNI dan Polri berpotensi pecah.
"Apalagi, melalui pernyataan tersebut, terkesan kuat adanya misi terselubung untuk menggiring TNI-Polri dan keluarga besarnya memilih SBY, tidak memilih calon lain dalam bursa Capres 2009," kata anggota Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP, AP Batubara, dalam jumpa pers di Gedung Landmark, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Padahal, menurut Batubara, sebagai presiden, SBY sebaiknya bersikap negarawan dan berjiwa besar dengan memberi kesempatan agar demokrasi yang telah dibangun berdasarkan Pancasila itu bisa berjalan dengan arah yang benar. "SBY harus menghormati hak setiap warga untuk memilih dan menentukan pilihannya. Nah, itu merupakan prinsip dasar yang harus dipegang para elit negeri ini, termasuk presiden dalam berdemokrasi," jelasnya.
Batubara juga menilai, seharusnya SBY tidak mengeluarkan pernyataan yang memalukan seperti itu. "Karena, dia seperti tidak tahu dan tidak mengerti tentang TNI dan Polri yang memang tidak punya hak pilih. Jadi, kenapa harus diingatkan?" tegasnya.
Kalau memang ada indikasi yang diungkapkannya, lanjut Batubara, SBY SBY sebaiknya cukup mengundang Panglima TNI dan Kapolri. Padahal, masih banyak agenda lain yang sebenarnya jauh lebih penting, krusial dan mendesak untuk dipecahkan dan diatasi serta disikapi SBY dari pada membuat pernyataan-pernyataan yang tidak perlu.
"Saya ingin mengambil contoh kasus hilangnya Pancasila di Aceh. Secara jujur harus diakui bersama bahwa di Aceh sudah tidak ada lagi semangat Pancasila sejak diberlakukannya perjanjian Helsinki," ungkapnya.
Batubara menambahkan, presiden SBY ikut andil dalam menghilangkan Pancasila dari bumi Aceh itu. "Saya tidak bisa membayangkan jika negeri ini dari Sabang sampai Merauke sudah tak lagi berazaskan ideologi Pancasila. Tanpa Pancasila, mungkin bukan saja membuat para founding father kita, khususnya Bung Karno, akan menangis di alam kubur, tapi juga akan membuat bangsa ini sudah lama tercerai berai," tegasnya. (zal/gah)
"Apalagi, melalui pernyataan tersebut, terkesan kuat adanya misi terselubung untuk menggiring TNI-Polri dan keluarga besarnya memilih SBY, tidak memilih calon lain dalam bursa Capres 2009," kata anggota Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP, AP Batubara, dalam jumpa pers di Gedung Landmark, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Padahal, menurut Batubara, sebagai presiden, SBY sebaiknya bersikap negarawan dan berjiwa besar dengan memberi kesempatan agar demokrasi yang telah dibangun berdasarkan Pancasila itu bisa berjalan dengan arah yang benar. "SBY harus menghormati hak setiap warga untuk memilih dan menentukan pilihannya. Nah, itu merupakan prinsip dasar yang harus dipegang para elit negeri ini, termasuk presiden dalam berdemokrasi," jelasnya.
Batubara juga menilai, seharusnya SBY tidak mengeluarkan pernyataan yang memalukan seperti itu. "Karena, dia seperti tidak tahu dan tidak mengerti tentang TNI dan Polri yang memang tidak punya hak pilih. Jadi, kenapa harus diingatkan?" tegasnya.
Kalau memang ada indikasi yang diungkapkannya, lanjut Batubara, SBY SBY sebaiknya cukup mengundang Panglima TNI dan Kapolri. Padahal, masih banyak agenda lain yang sebenarnya jauh lebih penting, krusial dan mendesak untuk dipecahkan dan diatasi serta disikapi SBY dari pada membuat pernyataan-pernyataan yang tidak perlu.
"Saya ingin mengambil contoh kasus hilangnya Pancasila di Aceh. Secara jujur harus diakui bersama bahwa di Aceh sudah tidak ada lagi semangat Pancasila sejak diberlakukannya perjanjian Helsinki," ungkapnya.
Batubara menambahkan, presiden SBY ikut andil dalam menghilangkan Pancasila dari bumi Aceh itu. "Saya tidak bisa membayangkan jika negeri ini dari Sabang sampai Merauke sudah tak lagi berazaskan ideologi Pancasila. Tanpa Pancasila, mungkin bukan saja membuat para founding father kita, khususnya Bung Karno, akan menangis di alam kubur, tapi juga akan membuat bangsa ini sudah lama tercerai berai," tegasnya. (zal/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:03 WIB
Menkeu Tetap Menolak Bersaksi untuk Wa Ode, Termasuk di Pengadilan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:35 WIB
Polisi Imbau Pelajar di Jakarta Tak Konvoi Usai Kelulusan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
