Iri Pada Sekdes, 200 Kades Mengadu ke DPR
Rabu, 04/02/2009 14:42 WIB
Jakarta
Merasa kalah gengsi dengan sekretarisnya yang PNS, sekitar 200 orang kepala desa di Jawa Barat mengadu ke DPR-RI. Mereka khawatir perbedaan status itu membuat luntur esksistensinya selaku pucuk pemerintahan tertinggi di desa.
"Inti aspirasinya tentang eksistensi, kewenangan dan status kades seperti terkikis dengan adanya sekdes yang berstatus PNS," para Wakil Ketua Komisi II DPR, Eka Santosa, usai menerima rombongan kades di Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009)..
Mengutip keluh kesah para kades, Eka menuturkan sejak diangkatnya sekdes sebagai PNS timbul semacam kecemburuan sosial di balai desa. Baik kades, sesama pamong desa dan tenaga honorer lainnya merasa kurang mendapatkan penghargaan yang semestinya dari warga.
"Selain itu sekdes yang diangkat PNS menjadikan 2 matahari kepemimpinan di desa. Sekdes jadi kurang bertanggung jawab pada kades," sambungnya.
Kebetulan 200-an kades datang bertepatan dengan rapat kerja antara Komisi II DPR dengan Mendagri Mardiyanto. Maka dua orang dirjen Depdagri bisa langsung mengikuti pertemuan para kades dengan wakil rakyat di Gedung DPR.
Meski demikian tidak ada keputusan yang dihasilkan, kecuali janji untuk membantu. Solusinya yang ditawarkan oleh Eka adalah menjamin hak-hak kades melalui revisi terhadap UU Otonomi Daerah.
"Kami akan bantu. Solusinya kita akan revisi UU Otda supaya desa menjadi otonom sehingga hak-hak kades lebih diperhatikan," papar Eka.
(lh/nrl)
"Inti aspirasinya tentang eksistensi, kewenangan dan status kades seperti terkikis dengan adanya sekdes yang berstatus PNS," para Wakil Ketua Komisi II DPR, Eka Santosa, usai menerima rombongan kades di Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009)..
Mengutip keluh kesah para kades, Eka menuturkan sejak diangkatnya sekdes sebagai PNS timbul semacam kecemburuan sosial di balai desa. Baik kades, sesama pamong desa dan tenaga honorer lainnya merasa kurang mendapatkan penghargaan yang semestinya dari warga.
"Selain itu sekdes yang diangkat PNS menjadikan 2 matahari kepemimpinan di desa. Sekdes jadi kurang bertanggung jawab pada kades," sambungnya.
Kebetulan 200-an kades datang bertepatan dengan rapat kerja antara Komisi II DPR dengan Mendagri Mardiyanto. Maka dua orang dirjen Depdagri bisa langsung mengikuti pertemuan para kades dengan wakil rakyat di Gedung DPR.
Meski demikian tidak ada keputusan yang dihasilkan, kecuali janji untuk membantu. Solusinya yang ditawarkan oleh Eka adalah menjamin hak-hak kades melalui revisi terhadap UU Otonomi Daerah.
"Kami akan bantu. Solusinya kita akan revisi UU Otda supaya desa menjadi otonom sehingga hak-hak kades lebih diperhatikan," papar Eka.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 17:30 WIB
Diunggulkan Indo Barometer, Nachrowi: Saya Bersyukur Dinilai Baik
-
Rabu, 23/05/2012 17:25 WIB
Korban Sukhoi
Dirut PT DI: Sulit Cari Pengganti Kornel
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Jurnalis Bloomberg Korban Sukhoi Femi Adi akan Dimakamkan di Sleman
-
Rabu, 23/05/2012 17:14 WIB
Komisi V Desak Kemenhub Percepat Pencairan Santunan Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
Rabu, 23/05/2012 16:24 WIB
Duh! Ketua MA Belum Tahu Isi Pertimbangan Grasi Corby
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
