detikcom

Minggu, 25/01/2009 17:30 WIB

Meutya Hafid Menikah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Meutya-Avian (Foto: Elvan Danny/detikcom)
Jakarta - Kabar gembira datang dari calon anggota legislatif (caleg) Golkar Meutya Hafid. Mantan presenter MetroTV yang pernah disandera di Irak itu melangsungkan pernikahan. Meutya menikah dengan Pemred Waspada Online Avian Eddy Putra Tumengkol.

Akad nikah dua sejoli yang berbahagia ini dilangsungkan di Gedung Sasono Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/1/2009) sore ini. Akad nikah dihadiri Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK).

Dalam akad nikah itu, Meutya dan Avian mengenakan baju pengantin warna putih. Akad nikah hanya dihadiri sekitar 50-an orang. Resepsi pernikahan sendiri akan dilangsungkan di tempat yang sama pukul 19.00 WIB.

Sejumlah karangan bunga dari pejabat penting negeri ini berderet di depan Gedung Sasono Utama. Karangan bunga antara lain berasal dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhayaksa Dault, Menkominfo M Nuh dan Wakil Ketua MPR AM Fatwa.

Meutya mengaku pertama ketemu sang suami saat liputan tsunami di Aceh pada Desember 2004. Ia merasa sudah berjodoh dengan Avian sehingga tidak terlalu memperhatikan kelebihan ataupun kekurangan pria kelahiran 13 November 1971 tersebut. Yang pasti, Meutya merasa pria tinggi itu sangat spesial bagi dirinya.

"Hari ini saya bahagia sekali memulai hidup baru. Harapan saya, semoga menjadi keluarga yang langgeng, sakinah mawadah warohmah. Mohon doa ya," kata Meutya kepada detikcom.

Avian juga menyatakan hal serupa. "I'm so happy," kata Avian.

Meutya sebelumnya sempat mendapat teror dari pria yang mengaku bernama Letkol Inf Purn Bobby Meidianto. Pria ini mengaku sudah menikah siri dengan Meutya di Solo dua atau tiga minggu setelah mantan Presiden Soeharto wafat. Pria ini mengaku sebagai seorang yang pernah menyelamatkan Meutya saat diculik milisi di Irak. Namun semua klaim Bobby dibantah Meutya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%