Ijtima' Tandingan Minta MUI Batalkan Keluarkan Fatwa Hukum Rokok
Minggu, 25/01/2009 15:07 WIB
lustrasi (www.halalmui.org)
Padang
Ijtima'ul Ummal (Ijtima' Tandingan MUI) yang digelar Institute For Social and Economic Studies (ISES) Indonesia meminta MUI menggagalkan keinginannya mengeluarkan fatwa haram rokok. ICES yang mengelar ijtima' tandingan melibatkan sejumlah ulama dan pekerja serta petani tembakau dari sejumlah wilayah di Indonesia meminta MUI membiarkan hukum merokok pada status quo.
"Kita sudah merumuskan hasil ijtima'ul Ummal dan segera menyerahkannya kepada MUI. Kita mendorong MUI untuk tidak mengeluarkan fatwa mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari industri rokok," kata Direktur Eksekutif ISES Hasan Auni Aziz kepada detikcom, Minggu (25/1/2009)
Menurut Hasan, MUI sebagai lembaga agama sebaiknya membatasi diri pada hal-hal yang terkait dengan persoalan umat yang terkait ibadah. Khusus untuk masalah rokok, MUI hanya mendorong pemerintah mengeluarkan aturan-aturan mengenai merokok bagi anak-anak, perempuan hamil dan orang-orang yang selama ini berbahaya jika merokok.
"Kalau MUI asal mengeluarkan fatwa lagi, lalu fatwanya tidak dilaksanakan oleh masyarakat maka legitimasi MUI akan hancur. Pada intinya kita meminta MUI untuk membangun kesedaran bersama dan menghargai berbagai kepentingan,"pinta Hasan.
Acara Ijtima'ul Ummal ini diselengarakan oleh ISES dengan melibatkan para pekerja pabrik rokok, petani tembakau dan sejumlah ulama yang menolak pengharaman rokok.
Hadir dalam acara yang digelar di Wisma Pangeran, Padang Panjang ini Guru Besar Hukum Islam IAIN Wali Songo Semarang yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Jawa Tengah Prof Dr Ahmad Rofiq, Dekan Fakultas Syariah IAIN Wali Songo, Drs Muhyiddin MA serta ketua MUI Kudus, KH M. Syafiq Nashan.
Hasan berharap komisi fatwa MUI mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Indonesia dalam mengeluarkan fatwa haram rokok."Dari 1,2 miliar perokok aktif di seluruh dunia, 800 jutanya berada di negera berkembang. Kebutuhan terhadap rokok tersebut berimplikasi banyak pada buruh dan petani yang menggantungkan pada industri tersebut. MUI harus mempertimbangkan ini,"pungkasnya. (yid/iy)
"Kita sudah merumuskan hasil ijtima'ul Ummal dan segera menyerahkannya kepada MUI. Kita mendorong MUI untuk tidak mengeluarkan fatwa mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari industri rokok," kata Direktur Eksekutif ISES Hasan Auni Aziz kepada detikcom, Minggu (25/1/2009)
Menurut Hasan, MUI sebagai lembaga agama sebaiknya membatasi diri pada hal-hal yang terkait dengan persoalan umat yang terkait ibadah. Khusus untuk masalah rokok, MUI hanya mendorong pemerintah mengeluarkan aturan-aturan mengenai merokok bagi anak-anak, perempuan hamil dan orang-orang yang selama ini berbahaya jika merokok.
"Kalau MUI asal mengeluarkan fatwa lagi, lalu fatwanya tidak dilaksanakan oleh masyarakat maka legitimasi MUI akan hancur. Pada intinya kita meminta MUI untuk membangun kesedaran bersama dan menghargai berbagai kepentingan,"pinta Hasan.
Acara Ijtima'ul Ummal ini diselengarakan oleh ISES dengan melibatkan para pekerja pabrik rokok, petani tembakau dan sejumlah ulama yang menolak pengharaman rokok.
Hadir dalam acara yang digelar di Wisma Pangeran, Padang Panjang ini Guru Besar Hukum Islam IAIN Wali Songo Semarang yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Jawa Tengah Prof Dr Ahmad Rofiq, Dekan Fakultas Syariah IAIN Wali Songo, Drs Muhyiddin MA serta ketua MUI Kudus, KH M. Syafiq Nashan.
Hasan berharap komisi fatwa MUI mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Indonesia dalam mengeluarkan fatwa haram rokok."Dari 1,2 miliar perokok aktif di seluruh dunia, 800 jutanya berada di negera berkembang. Kebutuhan terhadap rokok tersebut berimplikasi banyak pada buruh dan petani yang menggantungkan pada industri tersebut. MUI harus mempertimbangkan ini,"pungkasnya. (yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 17:25 WIB
Korban Sukhoi
Dirut PT DI: Sulit Cari Pengganti Kornel
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Jurnalis Bloomberg Korban Sukhoi Femi Adi akan Dimakamkan di Sleman
-
Rabu, 23/05/2012 17:14 WIB
Komisi V Desak Kemenhub Percepat Pencairan Santunan Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:06 WIB
Empat Direksi PT DI Nyaris Jadi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
Rabu, 23/05/2012 16:24 WIB
Duh! Ketua MA Belum Tahu Isi Pertimbangan Grasi Corby
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
