Wapres Minta Fatwa MUI Tak Jadi Ketakutan Baru
Sabtu, 24/01/2009 14:40 WIB
Jakarta
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta agar fatwa-fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak meresahkan masyarakat. Fatwa seharusnya memberi solusi terhadap persoalan-persoalan umat Islam.
Hal ini dikatakan Kalla ketika membuka Ijtima' Ulama Fatwa III MUI di Pondok Pesantren Diniyah Putri, Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sabtu (24/1/2009).
"Kita tidak berharap fatwa menjadi ketakutan baru, tetapi fatwa seharusnya menjadi solusi umat Islam terhadap masalah-masalah yang dihadapinya," ujar Kalla.
Selain memberi solusi, menurut Kalla, fatwa juga seharusnya memberi dampak positif terhadap umat Islam, misalnya di bidang perekonomian.
"Misalnya fatwa haram bunga bank. Dulu pernah saya tanya ke bapak saya soal itu. Terus bapak saya bilang, keuntungan bank negara juga digunakan untuk membangun jalan dan sarana prasarana negara," kisahnya
Selain itu, Kalla mengungkapkan fatwa MUI juga harus mengikuti dan selaras dengan perkembangan teknologi yang ada.
"Umat Islam harus mengikuti teknologi, bagaimana mungkin tanpa mengikuti perkembangan teknologi. Dulu nggak ada foto, sekarang kalau mau naik haji paspornya harus pakai foto," contoh Kalla.
"Jika ada 800 ulama yang berkumpul, saya yakin akan ada suatu kesepakatan yang diperoleh untuk mengatasi persoalan bangsa," ujar Kalla di hadapan 8OO ulama.
Dalam Ijtima'ini, rencananya para ulama MUI akan mengeluarkan beberapa fatwa. Fatwa haram rokok dan yoga yang memicu polemik di masyarakat juga akan dibahas dalam pertemuan ini.
(lrn/sho)
Hal ini dikatakan Kalla ketika membuka Ijtima' Ulama Fatwa III MUI di Pondok Pesantren Diniyah Putri, Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sabtu (24/1/2009).
"Kita tidak berharap fatwa menjadi ketakutan baru, tetapi fatwa seharusnya menjadi solusi umat Islam terhadap masalah-masalah yang dihadapinya," ujar Kalla.
Selain memberi solusi, menurut Kalla, fatwa juga seharusnya memberi dampak positif terhadap umat Islam, misalnya di bidang perekonomian.
"Misalnya fatwa haram bunga bank. Dulu pernah saya tanya ke bapak saya soal itu. Terus bapak saya bilang, keuntungan bank negara juga digunakan untuk membangun jalan dan sarana prasarana negara," kisahnya
Selain itu, Kalla mengungkapkan fatwa MUI juga harus mengikuti dan selaras dengan perkembangan teknologi yang ada.
"Umat Islam harus mengikuti teknologi, bagaimana mungkin tanpa mengikuti perkembangan teknologi. Dulu nggak ada foto, sekarang kalau mau naik haji paspornya harus pakai foto," contoh Kalla.
"Jika ada 800 ulama yang berkumpul, saya yakin akan ada suatu kesepakatan yang diperoleh untuk mengatasi persoalan bangsa," ujar Kalla di hadapan 8OO ulama.
Dalam Ijtima'ini, rencananya para ulama MUI akan mengeluarkan beberapa fatwa. Fatwa haram rokok dan yoga yang memicu polemik di masyarakat juga akan dibahas dalam pertemuan ini.
(lrn/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 17:25 WIB
Korban Sukhoi
Dirut PT DI: Sulit Cari Pengganti Kornel
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Indo Barometer: Selain Pengalaman, Kinerja Bagus Jadi Alasan Utama Memilih Cagub
-
Rabu, 23/05/2012 17:18 WIB
Jurnalis Bloomberg Korban Sukhoi Femi Adi akan Dimakamkan di Sleman
-
Rabu, 23/05/2012 17:14 WIB
Komisi V Desak Kemenhub Percepat Pencairan Santunan Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:06 WIB
Empat Direksi PT DI Nyaris Jadi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
Rabu, 23/05/2012 16:06 WIB
Survei Indo Barometer: Foke-Nara Jauh Ungguli Kandidat Lain
-
Rabu, 23/05/2012 14:45 WIB
Pelayat Membeludak, Jendela Rumah Dewi Terpaksa Dijebol
-
Rabu, 23/05/2012 16:24 WIB
Duh! Ketua MA Belum Tahu Isi Pertimbangan Grasi Corby
-
683 Komentar
-
454 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
