Survei TII
Polisi Paling Sering Disuap, Pengadilan Paling Serakah
Rabu, 21/01/2009 15:02 WIB
Jakarta
Polri ditasbihkan menjadi institusi yang paling sering terjadi parktek suap-menyuap. Sedangkan lembaga peradilan di Indonesia menjadi lembaga yang paling banyak menerima uang suap.
Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang diadakan Transparency International Indonesia (TII) mengenai Indeks Suap 15 Institusi Publik di Indonesia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2009).
Menurut Manajer Riset dan Kebijakan TII Frenky Simanjuntak, indeks ini untuk mengukur sejauh mana interaksi antara pelaku bisnis dengan institusi politik yang terjadi suap dibandingkan total kontrak. Dari 1218 pelaku bisnis yang diwawancari, 48% mengaku terjadi interaksi suap.
"Hampir setengahnya melibatkan interaksi suap," kata Frenky.
Jika dijumlah, rata-rata penerimaan suap di kepolisian sebesar Rp 2,27 juta. Di tempat kedua ditempati oleh Bea Cukai. Dari 423 jumlah responden, 41% nya mengaku pernah dimintai uang suap. Total jumlah penerimaan uang suap di lembaga ini mencapai Rp 3,27 juta.
Kemudian berturut-turut adalah kantor Imigrasi, DLLAJR. Pemda Kota, Pertanahan Nasional dan Perlindo. Yang menarik adalah lembaga peradilan. Meski dari 204 responden hanya 30 % yang mengaku pernah diminta suap, namun total penerimaan uangnya sangat fantastis, sebesar Rp 102,4 juta.
"Angka ini cukup spektakuler," ujar Frenky.
Dari 3.841 responden meliputi pelaku bisnis 2.371 responden, tokoh masyarakat 396 responden dan pejbat publik 1.074 responden, semua ingin supaya institusi hukum menjadi prioritas dalam pemberantasan korupsi. (mok/ndr)
Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang diadakan Transparency International Indonesia (TII) mengenai Indeks Suap 15 Institusi Publik di Indonesia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2009).
Menurut Manajer Riset dan Kebijakan TII Frenky Simanjuntak, indeks ini untuk mengukur sejauh mana interaksi antara pelaku bisnis dengan institusi politik yang terjadi suap dibandingkan total kontrak. Dari 1218 pelaku bisnis yang diwawancari, 48% mengaku terjadi interaksi suap.
"Hampir setengahnya melibatkan interaksi suap," kata Frenky.
Jika dijumlah, rata-rata penerimaan suap di kepolisian sebesar Rp 2,27 juta. Di tempat kedua ditempati oleh Bea Cukai. Dari 423 jumlah responden, 41% nya mengaku pernah dimintai uang suap. Total jumlah penerimaan uang suap di lembaga ini mencapai Rp 3,27 juta.
Kemudian berturut-turut adalah kantor Imigrasi, DLLAJR. Pemda Kota, Pertanahan Nasional dan Perlindo. Yang menarik adalah lembaga peradilan. Meski dari 204 responden hanya 30 % yang mengaku pernah diminta suap, namun total penerimaan uangnya sangat fantastis, sebesar Rp 102,4 juta.
"Angka ini cukup spektakuler," ujar Frenky.
Dari 3.841 responden meliputi pelaku bisnis 2.371 responden, tokoh masyarakat 396 responden dan pejbat publik 1.074 responden, semua ingin supaya institusi hukum menjadi prioritas dalam pemberantasan korupsi. (mok/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
