Sidang Korupsi Depnakertrans
Pemeriksaan BPK Dibumbui Suap
Rabu, 21/01/2009 12:11 WIB
Jakarta
Dugaan korupsi proyek pengembangan sistem pelatihan dan pemagangan pada Ditjen Binapendagri Depnakertrans semakin kompleks. Dana hasil korupsi diduga tidak hanya mengalir pada pejabat Depnakertrans namun ke tim pemeriksa dari BPK.
"Saya mencairkan uang untuk Pak Bagindo selaku pemeriksa dari BPK," ujar bendaharawan proyek, Monang Tambunan.
Hal tersebut ia sampaikan saat bersaksi bagi terdakwa Sesditjen Binapendagri Bachrun Effendi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (21/1/2009).
Jumlah uang yang dicairkan oleh Monang adalah Rp 650 juta yang diberikan dalam 2 tahap. "Saya berikan di rumah makan Mbok Berek," imbuhnya.
Menurut Monang, uang tersebut diberikan ke pemeriksa BPK atas instruksi atasannya, Taswin Zein. Tujuannya agar permasalahan yang ditemukan oleh BPK dalam proses pengadaan proyek tersebut dapat dihilangkan.
"Supaya jangan dipermasalahkan proyeknya," kata Monang.
Melihat jawaban saksi, hakim Moerdiono sontak emosi.
"Memangnya ada masalah apa dalam proyeknya?" tanya hakim.
"Proyek itu menyalahi Keppres (No 80 tahun 2003 tentang penunjukan langsung), Yang Mulia," jawab Monang.
Selain itu, Monang juga mengakui adanya aliran dana ke seluruh panitia pengadaan proyek. Masing-masing, kata Monang, menerima Rp 50 juta.
"Tapi untuk ketua panitia dilebihin Rp 10 juta," pungkasnya.
(mad/nrl)
"Saya mencairkan uang untuk Pak Bagindo selaku pemeriksa dari BPK," ujar bendaharawan proyek, Monang Tambunan.
Hal tersebut ia sampaikan saat bersaksi bagi terdakwa Sesditjen Binapendagri Bachrun Effendi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (21/1/2009).
Jumlah uang yang dicairkan oleh Monang adalah Rp 650 juta yang diberikan dalam 2 tahap. "Saya berikan di rumah makan Mbok Berek," imbuhnya.
Menurut Monang, uang tersebut diberikan ke pemeriksa BPK atas instruksi atasannya, Taswin Zein. Tujuannya agar permasalahan yang ditemukan oleh BPK dalam proses pengadaan proyek tersebut dapat dihilangkan.
"Supaya jangan dipermasalahkan proyeknya," kata Monang.
Melihat jawaban saksi, hakim Moerdiono sontak emosi.
"Memangnya ada masalah apa dalam proyeknya?" tanya hakim.
"Proyek itu menyalahi Keppres (No 80 tahun 2003 tentang penunjukan langsung), Yang Mulia," jawab Monang.
Selain itu, Monang juga mengakui adanya aliran dana ke seluruh panitia pengadaan proyek. Masing-masing, kata Monang, menerima Rp 50 juta.
"Tapi untuk ketua panitia dilebihin Rp 10 juta," pungkasnya.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
