Detik.com News
Detik.com
Rabu, 21/01/2009 09:32 WIB

Obama dan Perubahan

Asih - detikNews
Obama dan Perubahan /ist.
Jakarta - Perubahan memang selalu dinantikan. Baik kecil maupun besar. Begitu pun yang terjadi saat terpilihnya Presiden baru Amerika Serikat (AS) Barak Obama.

Tidak dipungkiri banyak respon positif dari tokoh-tokoh Muslim di berbagai Negara. Hal ini dilatari oleh pidato-pidato Obama saat kampanye yang menyebutkan bahwa di bawah pemerintahan Obama AS akan menarik pasukan dari Irak dan menutup penjara Guantanamo.

Tentu saja ini menjadi angin segar bagi Umat Islam yang selama AS di bawah pemerintahan Presideng George W Bush dunia Islam terutama di Timur tengah porak-poranda.

Kelihatannya perlu analisis yang jeli dalam mengamati kebijakan yang diambil oleh Obama. Misalnya pada salah satu kutipan pidato Obama, "saya berjanji kepada anda bahwa saya akan melakukan apa pun yang saya bisa dalam kapasitas apa pun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel. Tapi, juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu." Artinya umat Islam masih dalam aksi teror Amerika.

Apakah Obama dapat membawa perubahan bagi tatanan dunia? Tentunya waktu yang akan membuktikan. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa Presiden AS tidak bekerja sendiri. Ada haluan politik, ada partai, ada pemerintahan. Jadi bukan hanya presiden saja yang menentukan.

AS akan terus berusaha mempertahankan posisinya selama ini sebagai negara nomor satu yang menguasai dunia. Dia tidak akan bergeser dari haluan politik dominasi ini sedikit pun. Dengan sedikit fakta di atas sesungguhnya tidak layak dunia, apalagi dunia Islam, berharap pada kepemimpinan AS, meski yang memimpin AS saat ini adalah Barack Obama.

Asih
Gegerkalong Bandung
ashy_tis_wie@yahoo.co.id
085213554212


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(msh/msh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%