Depkum HAM Buka Lelang Baru Proyek Sisminbakum
Selasa, 20/01/2009 16:33 WIB
foto ilustrasi/dok. detikcom
Jakarta
Meski dirundung dugaan korupsi, layanan sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum) harus tetap berjalan. Tapi karena perangkat penunjangnya disita sebagai barang bukti oleh Kejagung, maka Depkum HAM RI membuka lelang proyek pengadaan baru.
"Pengadaannya untuk perangkat keras, seperti komputer dan server. Sedangkan software kan masih ada, jadi masih dipakai," kata Freddy Harris, ketua tim restruktursasi sisminbakum, melalui telepon, Selasa (20/1/2009).
Sebagai langkah antisipasi terhadap ulah nakal para oknum, pihak Depkum HAM RI melakukan koordinasi dengan Kejagung RI. Tujuannya menjamin pelaksanaan seluruh tahapan lelang proyek sisminbakum kali ini tidak melenceng dari aturan Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
"Sekarang kita masih hitung nilai proyeknya sambil menunggu tanggapan Pak Menteri atas laporan rencana lelang. Mungkin baru Senin besok bisa diumumkan lelangnya," sambung Freddy.
Sisminbakum adalah sistem layanan on-line bagi para notaris se-Indonesia untuk melakukan pendaftaran badan hukum. Harapannya adalah memudahkan urusan administrasi pendirian perusahaan baru, merger atau perubahan akta pendirian perusahaan akibat berubahnya pemegang saham dan susunan pengurusnya.
Proyek pengadaannya yang diputuskan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan tertanggal 4 Oktober 2000, menyisakan dugaan korupsi. Sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 400 miyar tersebut.
Empat orang diataranya telah ditahan Kejagung RI, yakni adalah Romli Atmasasmita (mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkum HAM), Zulkarnain Yunus, Yohanes Woworuntu (Dirut PT SRD) dan Syamsuddin Manan Sinaga (Dirjen AHU). Sedangkan Ali Amran Janah (mantan Ketua Koperasi Pengayom Depkum HAM) masih beralasan sakit.
Proses hukum kasus ini sempat menyeret dua mantan Menkum HAM, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaluddin. Sedangkan seorang petinggi PT SRD yang menjadi rekanan Depkum HAM dalam proyek Sisminbakum, Hartono Tanoe Soedibyo, tidak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan Kejagung RI dengan alasan masih berobat di Singapura. (lh/iy)
"Pengadaannya untuk perangkat keras, seperti komputer dan server. Sedangkan software kan masih ada, jadi masih dipakai," kata Freddy Harris, ketua tim restruktursasi sisminbakum, melalui telepon, Selasa (20/1/2009).
Sebagai langkah antisipasi terhadap ulah nakal para oknum, pihak Depkum HAM RI melakukan koordinasi dengan Kejagung RI. Tujuannya menjamin pelaksanaan seluruh tahapan lelang proyek sisminbakum kali ini tidak melenceng dari aturan Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
"Sekarang kita masih hitung nilai proyeknya sambil menunggu tanggapan Pak Menteri atas laporan rencana lelang. Mungkin baru Senin besok bisa diumumkan lelangnya," sambung Freddy.
Sisminbakum adalah sistem layanan on-line bagi para notaris se-Indonesia untuk melakukan pendaftaran badan hukum. Harapannya adalah memudahkan urusan administrasi pendirian perusahaan baru, merger atau perubahan akta pendirian perusahaan akibat berubahnya pemegang saham dan susunan pengurusnya.
Proyek pengadaannya yang diputuskan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan tertanggal 4 Oktober 2000, menyisakan dugaan korupsi. Sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 400 miyar tersebut.
Empat orang diataranya telah ditahan Kejagung RI, yakni adalah Romli Atmasasmita (mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkum HAM), Zulkarnain Yunus, Yohanes Woworuntu (Dirut PT SRD) dan Syamsuddin Manan Sinaga (Dirjen AHU). Sedangkan Ali Amran Janah (mantan Ketua Koperasi Pengayom Depkum HAM) masih beralasan sakit.
Proses hukum kasus ini sempat menyeret dua mantan Menkum HAM, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaluddin. Sedangkan seorang petinggi PT SRD yang menjadi rekanan Depkum HAM dalam proyek Sisminbakum, Hartono Tanoe Soedibyo, tidak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan Kejagung RI dengan alasan masih berobat di Singapura. (lh/iy)
Baca Juga
- Kasus Sisminbakum
Menkum HAM Minta Uang Rp 10-15 Miliar ke Menkeu - Kasus Sisminbakum
Meski Dicekal, Hartono Tanoe Tetap Bisa Masuk Indonesia - Sidang Suap Anggota KPPU
Iqbal dan Billy Saling Bantah Kepemilikan Tas Berisi Rp 500 juta - Penyimpangan Dana APBD
Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad Segera Diperiksa Kejaksaan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
