Tingkat Partisipasi Pemilih Jabar Diprediksi Hanya 80 Persen
Rabu, 14/01/2009 15:44 WIB
Bandung
KPU Jabar memprediksi tingkat partisipasi pemilih hanya 80 persen. Selain alasan politik, banyaknya warga tidak terdata membuat angka Golput masih besar.
Hal itu disampaikan Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiansyah saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Rabu (14/1/2009).
"Persoalannya bukan cuma karena golput dengan alasan politik. Tapi banyak warga yang tidak terdata sebagai pemilih," ujar Ferry.
Menurutnya masalah pendataan pemilih terletak di Panitia Pencatatan Data Pemilih di tingkat bawah seperti RT atau sekretaris RT.
"Ada dugaan panitia tidak independen tapi terkait sebagai aktivis parpol tertentu. Sehingga bisa jadi ada penggelembungan atau pengurangan data," tandasnya.
Karena itu, kata dia, untuk pemuktahiran data ke depan, panitia pencatatan data pemilih perlu diseleksi lebih ketat.
Pendapat yang sama dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Eka Santosa. Ia menyebut sekitar 9 juta warga Jabar tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih atau tidak terdata.
"Jadi saya kira bukan karena alasan politik semata, tapi juga kemampuan kerja penyelenggara pemilu," ujar Eka.
Tingkat pemilih di Jawa Barat terus menurun. Angka partisipasi pemilu legislatif tahun 2004 sebesar 83,13 persen. Pemilu presiden putaran pertama sebesar 83,29 persen dan pada putaran kedua sebesar 80,35 persen. Pada pemilu gubernur sebesar 67,3 persen.
Angka partisipasi pada pemilihan walikota dan bupati juga tidak berbeda dengan angka partisipasi pilgub. (ern/asy)
Hal itu disampaikan Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiansyah saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Rabu (14/1/2009).
"Persoalannya bukan cuma karena golput dengan alasan politik. Tapi banyak warga yang tidak terdata sebagai pemilih," ujar Ferry.
Menurutnya masalah pendataan pemilih terletak di Panitia Pencatatan Data Pemilih di tingkat bawah seperti RT atau sekretaris RT.
"Ada dugaan panitia tidak independen tapi terkait sebagai aktivis parpol tertentu. Sehingga bisa jadi ada penggelembungan atau pengurangan data," tandasnya.
Karena itu, kata dia, untuk pemuktahiran data ke depan, panitia pencatatan data pemilih perlu diseleksi lebih ketat.
Pendapat yang sama dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Eka Santosa. Ia menyebut sekitar 9 juta warga Jabar tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih atau tidak terdata.
"Jadi saya kira bukan karena alasan politik semata, tapi juga kemampuan kerja penyelenggara pemilu," ujar Eka.
Tingkat pemilih di Jawa Barat terus menurun. Angka partisipasi pemilu legislatif tahun 2004 sebesar 83,13 persen. Pemilu presiden putaran pertama sebesar 83,29 persen dan pada putaran kedua sebesar 80,35 persen. Pada pemilu gubernur sebesar 67,3 persen.
Angka partisipasi pada pemilihan walikota dan bupati juga tidak berbeda dengan angka partisipasi pilgub. (ern/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
