Penggelapan Pajak Rp 23 M
Bendahara Sudin Dikdas dan Dikmenti Jaksel Jadi Tersangka
Selasa, 13/01/2009 18:19 WIB
Jakarta
Kasus penggelapan pajak di Suku Dinas Pendidikan Dasar (Sudin Dikdas) Jakarta Selatan terus berkembang. Polisi baru saja menetapkan dua bendahara dari Sudin Dikdas dan Dikmenti Jaksel sebagai tersangka.
Bendahara Sudin Dikdas Jaksel, Pujiono dan Bendahara Sudin Dikmenti Jaksel, Herlan ditetapkan sebagai tersangka karena ikut menikmati uang haram tersebut.
"Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain ketika dihubungi wartawan, Selasa (13/1/2009).
Selain kedua pejabat di dinas tersebut, Budi yang menjabat sebagai Staf Bendahara Sudin Dikmenti Jaksel, juga ikut kecipratan uang panas tersebut. Budi pun telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari hasil korupsi masal tersebut, ketiganya mendapat bagian sebesar Rp 700 juta. Namun, ketika mereka mengetahui Edi Suwaedi (tersangka lain) tidak menyetorkan pajak tersebut, mereka kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 650 juta ke kantor pajak.
"Mereka sudah gunakan Rp 50 juta," katanya.
Dikatakan Zulkarnain, ketiganya sudah diperiksa di Mapolda Metrojaya pekan lalu. Namun, hingga kini, ketiganya belum ditahan. "Belum ditahan karena mereka bersikap kooperatif," jelasnya.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Kasi Wasdal BPLHD Jakarta Utara, Edi Suwaedi dan Staf Seksi Olahraga Jaksel, Purnomo sebagai tersangka. Edi diduga sebagai otak dari penggelapan ini.
Kasus ini bermula, ketika Pujiono bermaksud membayarkan pajak periode Januari 2008 hingga Juni 2008 atas Sudin Dikdas dan Sudin Dikmenti Jaksel. Dalam aksinya ini, Edi mengajak Asep Saefulah (AS) untuk membuat bukti setoran pajak palsu.
Kasus ini kemudian terbongkar, ketika kantor pajak Jakarta Selatan menagih tunggakan pajak selama 6 semester ke Sudin Dikmenti. Dengan dalih sudah menyetor pajak, Sudin Dikmenti Jaksel kemudian memperlihatkan bukti setoran pajak tapi ternya bukti itu palsu.
(mei/ken)
Bendahara Sudin Dikdas Jaksel, Pujiono dan Bendahara Sudin Dikmenti Jaksel, Herlan ditetapkan sebagai tersangka karena ikut menikmati uang haram tersebut.
"Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain ketika dihubungi wartawan, Selasa (13/1/2009).
Selain kedua pejabat di dinas tersebut, Budi yang menjabat sebagai Staf Bendahara Sudin Dikmenti Jaksel, juga ikut kecipratan uang panas tersebut. Budi pun telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari hasil korupsi masal tersebut, ketiganya mendapat bagian sebesar Rp 700 juta. Namun, ketika mereka mengetahui Edi Suwaedi (tersangka lain) tidak menyetorkan pajak tersebut, mereka kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 650 juta ke kantor pajak.
"Mereka sudah gunakan Rp 50 juta," katanya.
Dikatakan Zulkarnain, ketiganya sudah diperiksa di Mapolda Metrojaya pekan lalu. Namun, hingga kini, ketiganya belum ditahan. "Belum ditahan karena mereka bersikap kooperatif," jelasnya.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Kasi Wasdal BPLHD Jakarta Utara, Edi Suwaedi dan Staf Seksi Olahraga Jaksel, Purnomo sebagai tersangka. Edi diduga sebagai otak dari penggelapan ini.
Kasus ini bermula, ketika Pujiono bermaksud membayarkan pajak periode Januari 2008 hingga Juni 2008 atas Sudin Dikdas dan Sudin Dikmenti Jaksel. Dalam aksinya ini, Edi mengajak Asep Saefulah (AS) untuk membuat bukti setoran pajak palsu.
Kasus ini kemudian terbongkar, ketika kantor pajak Jakarta Selatan menagih tunggakan pajak selama 6 semester ke Sudin Dikmenti. Dengan dalih sudah menyetor pajak, Sudin Dikmenti Jaksel kemudian memperlihatkan bukti setoran pajak tapi ternya bukti itu palsu.
(mei/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
