PPP Tak Setuju Penghapusan Fraksi DPR
Minggu, 11/01/2009 13:55 WIB
Jakarta
Adanya fraksi di DPR dinilai tidak lagi mengutamakan kepentingan rakyat. Anggota Dewan dinilai lebih memikirkan kepentingan fraksinya ketimbang kepentingan rakyat. Meskipun demikian Sekretaris FPPP Lukman Hakim menganggap wacana menghapus fraksi adalah hal yang aneh di Indonesia.
"Kalau fraksi dihapus, lalu kepanjangan partai itu namanya apa? Kalau fraksi dihapus sekalian saja partai dihapus, kan logikanya begitu, saya justru khawatir itu langkah awal hapus fraksi, setelah itu hapus parpol itu sudah tidak demokratis lagi, jadi aneh saja menurut saya", ungkapnya saat diwawancara detikcom melalui telepon, Minggu (11/1/2009).
Lukman menilai permasalah bukan pada ada atau tidaknya fraksi, namun mekanisme recall yang "menakuti" anggota fraksi untuk mengutarakan pendapat berbeda dengan fraksinya.
"Kenapa banyak anggota fraksi seperti sakit gigi, itu karena mereka takut di-recall. Kalau hak recall itu kita tiadakan, maka para anggota tidak lagi takut kepada partai itu, fraksi itu", kata Lukman.
"Seharusnya mekanisme recall itu ditata ulang, saya tidak sependapat apabila recall dilakukan hanya karena perbedaan pendapat antara anggota dengan fraksi", tambahnya.
Saat disampaikan bahwa wacana ini berasal dari guru besar dari sebuah universitas di Thailand, Lukman menanggapinya dengan tidak serius. "Kalau di Thailand bisa, tapi kalo di Republik ini apakah bisa?" tanya Lukman sambil tertawa. (van/iy)
"Kalau fraksi dihapus, lalu kepanjangan partai itu namanya apa? Kalau fraksi dihapus sekalian saja partai dihapus, kan logikanya begitu, saya justru khawatir itu langkah awal hapus fraksi, setelah itu hapus parpol itu sudah tidak demokratis lagi, jadi aneh saja menurut saya", ungkapnya saat diwawancara detikcom melalui telepon, Minggu (11/1/2009).
Lukman menilai permasalah bukan pada ada atau tidaknya fraksi, namun mekanisme recall yang "menakuti" anggota fraksi untuk mengutarakan pendapat berbeda dengan fraksinya.
"Kenapa banyak anggota fraksi seperti sakit gigi, itu karena mereka takut di-recall. Kalau hak recall itu kita tiadakan, maka para anggota tidak lagi takut kepada partai itu, fraksi itu", kata Lukman.
"Seharusnya mekanisme recall itu ditata ulang, saya tidak sependapat apabila recall dilakukan hanya karena perbedaan pendapat antara anggota dengan fraksi", tambahnya.
Saat disampaikan bahwa wacana ini berasal dari guru besar dari sebuah universitas di Thailand, Lukman menanggapinya dengan tidak serius. "Kalau di Thailand bisa, tapi kalo di Republik ini apakah bisa?" tanya Lukman sambil tertawa. (van/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
