Krisis Gaza
SBY Pantau Kontingen Garuda di Libanon
Kamis, 08/01/2009 15:11 WIB
Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus memantau perkembangan kontingen Garuda Indonesia yang bergabung dalam pasukan perdamaian di Libanon atas krisis Gaza. Presiden SBY pun menghubungi Kepala Kontingen Garuda di Libanon Haryono.
SBY, Kamis (8/1/2009), menelepon Haryono sampai 3 kali karena sinyalnya yang terputus-putus selama 5 menit. Saat telepon yang ketiga, sinyal lumayan bagus.
"Memang kondisinya rawan sekali. Pasukan perdamaian kita jaraknya tidak jauh dari lokasi tembak-menembak. Dari posisi kita berapa? 72 KM? oh 35 KM," kata SBY sambil bertelepon di depan para wartawan.
Dalam telepon itu, SBY juga berpesan pasukan perdamaian Indonesia harus tetap berlindung dengan baik agar keselamatan terjaga meski titik tembak menembak Israel-Palestina masih jauh dari posisi pasukan perdamaian Indonesia.
"Saya sudah mengerti laporan yang anda sampaikan. Pertama, benar yang anda pesankan ke prajurit untuk terus menjaga diri. Jika situasi berkembangan dan tidak terkontrol, bisa berbahaya," kata SBY dalam teleponnya kepada Hartono.
SBY juga menjelaskan, Indonesia memantau perkembangan keadaan di sana. SBY meminta agar tetap tenang dan profesional dalam melaksanakan tugas.
"Dubes katanya juga akan dipanggil Presiden Sulaiman. Sampaikan agar betul-betul didengar briefing. Kita harap tidak ada yang berbahaya," imbuh SBY sambil menutup telepon. (gus/iy)
SBY, Kamis (8/1/2009), menelepon Haryono sampai 3 kali karena sinyalnya yang terputus-putus selama 5 menit. Saat telepon yang ketiga, sinyal lumayan bagus.
"Memang kondisinya rawan sekali. Pasukan perdamaian kita jaraknya tidak jauh dari lokasi tembak-menembak. Dari posisi kita berapa? 72 KM? oh 35 KM," kata SBY sambil bertelepon di depan para wartawan.
Dalam telepon itu, SBY juga berpesan pasukan perdamaian Indonesia harus tetap berlindung dengan baik agar keselamatan terjaga meski titik tembak menembak Israel-Palestina masih jauh dari posisi pasukan perdamaian Indonesia.
"Saya sudah mengerti laporan yang anda sampaikan. Pertama, benar yang anda pesankan ke prajurit untuk terus menjaga diri. Jika situasi berkembangan dan tidak terkontrol, bisa berbahaya," kata SBY dalam teleponnya kepada Hartono.
SBY juga menjelaskan, Indonesia memantau perkembangan keadaan di sana. SBY meminta agar tetap tenang dan profesional dalam melaksanakan tugas.
"Dubes katanya juga akan dipanggil Presiden Sulaiman. Sampaikan agar betul-betul didengar briefing. Kita harap tidak ada yang berbahaya," imbuh SBY sambil menutup telepon. (gus/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 14:34 WIB
Sempat Terjadi Adu Jotos, 2 Satpam IPB Ditembak Pria Berhelm
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
