detikcom
Rabu, 07/01/2009 16:32 WIB

Gara-gara Howard, Obama dan Keluarga Terpaksa Tinggal di Hotel

Rita Uli Hutapea - detikNews
New York Times
Washington - Presiden terpilih AS Barack Obama dan keluarganya kini telah berada di Washington menjelang pelantikan Obama pada 20 Januari mendatang. Mereka seharusnya tinggal di Blair House, mansion megah yang memiliki 119 ruangan, yang selama ini merupakan tempat tinggal sementara presiden AS sebelum pelantikan.

Namun Obama dan keluarganya tidak bisa langsung menempati gedung resmi tamu kenegaraan presiden AS itu. Gara-garanya, mantan Perdana Menteri Australia John Howard sudah lebih dulu direncanakan untuk menginap di sana.

Howard dan istrinya Janette telah diundang untuk tinggal di Blair House pada 12 Januari. Kemudian pada 13 Januari, Howard akan menerima penghargaan Medali Kebebasan AS dari Presiden George W Bush. Praktis, Howard cuma akan menginap semalam di gedung megah tersebut.

Namun akibatnya, Obama dan keluarganya baru akan tinggal di gedung tersebut pada 15 Januari. Padahal Obama telah meminta untuk pindah ke sana pada 4 Januari karena putri-putrinya akan masuk sekolah. Namun karena telah keduluan Howard, Obama pun sementara tinggal di Hotel Hay-Adams di Washington.

"Ada event-event yang telah lebih dulu dijadwalkan dan para tamu yang tidak bisa dipindahkan," kata juru bicara Gedung Putih kepada New York Times, Rabu (7/1/2009).

"Ini perayaan yang telah lama direncanakan di Blair House," jelas juru bicara untuk Ibu Negara AS Laura Bush.

Masalah pengaturan keamanan menyebabkan Obama mustahil tinggal bersama Howard di gedung yang sama.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ita/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%