detikcom
Rabu, 07/01/2009 16:09 WIB

Panglima TNI Resmikan 2 Kapal Perang PC-40 foto

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso disaksikan KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno meresmikan dua unit Kapal Perang RI (KRI) jenis Patroli Cepat (PC-40) yang dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau. Dua kapal yang diresmikan di Dermaga Fasharkan Mentigi, Rabu (7/1/2009), itu adalah KRI Krait-827 dan KRI Tarihu-829.

Upacara peresmian dua KRI tersebut selain ditandai dengan penaikan bendera merah putih, ular-ular perang dan lencana perang di KRI juga ditandai dengan penyematan tanda jabatan oleh Panglima TNI kepada Komandan KRI Krait-827 Kapten Laut (P) Agus Darmawan dan Komandan KRI Tarihu-829 Kapten Laut (P) Tonny Sumarno.

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, sebagai negara kepulauan atau negara pantai terbesar dan terpanjang, sudah sewajarnya apabila Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar pula. Apalagi biila dikaitkan dengan karakter perairan wilayah Indonesia yang amat beraneka ragam. "Kita memiliki laut terbuka, setengah tertutup dan ada juga yang tertutup," kata Panglima sesuai siaran pers TNI AL yang diterima detikcom.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, wilayah perairan atau kelautan yang demikian, khususnya di alur-alur sempit dan selat, sangat membutuhkan kapal-kapal patroli yang berukuran relatif kecil namun memiliki kemampuan, kecepatan dan mobilitas atau daya jelajah yang tinggi.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, KRI Krait-827 KRI Tarihu-829 tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil, memiliki jangkauan Radar dan komunikasi yang sudah cukup luas, panjang 40 m, lebar 7,3 m dan dilengkapi dengan persenjataan meriam Twin barrel dan 2 buah senapan mesin berat 12,7 mm. Kecepatan kapal bisa mencapai 25 knot.

Keunggulan kapal buatan anak bangsa berbahan baku alumunium itu adalah dari sisi efektivitas, bahan baku bangunan kapal KRI Krait-827 yang terbuat dari bahan Glass Fiber Reinforced (GFR), serta KRI Tarihu-829 berbahan Glass Fiber Reinforced Plastik (GFRP) memungkinkan kedua Kapal patroli cepat (PC-40) ini lebih ringan dan lentur jika dibanding dengan kapal yang terbuat dari besi, maintenance alumunium lebih murah dan tahan karat (anti korosi) dan dirancang hemat bahan bakar minyak (BBM).

Uji coba perdana yang dilakukan di Selat Malaka berjalan mulus. Kapal tersebut mampu menerobos terpaan angin dan gelombang setinggi 4 meter tanpa hambatan. Kapal ini akan dipergunakan sebagai kapal patroli Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) di bawah Komando Armada Ri kawasan Barat (Koarmabar) dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Dengan diresmikannya kedua kapal PC buatan putra-putri bangsa Indonesia ini, jelas Kadispenal, TNI AL telah memiliki 11 unit PC 40 buatan dalam negeri. Selanjutnya pada tahun 2009, TNI AL direncanakan akan membuat FPB
60 meter dan 1 unit Trimara.

Hingga saat ini TNI AL telah memiliki 146 KRI dengan berbagai jenis, termasuk sejumlah kapal PC-40. Dari hasil perhitungan berdasarkan strategi dan memperhatikan kemampuan pemeliharaan Alutsista yang telah ada, maka diperkirakan struktur kekuatan TNI AL pada tahun 2024, khususnya kapal perang sejumlah 274 unit yang terdiri dari Striking Force, Patrolling Force dan Supporting Force, sehingga TNI AL masih membutuhkan 128 unit KRI.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(asy/asy)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%