Dilaporkan ke Polisi
ICW Siap Hadapi Kejagung
Rabu, 07/01/2009 14:38 WIB
Jakarta
ICW menyayangkan langkah 'represif' Kejagung yang melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik ke Mabes Polri. Namun demikian, ICW siap menghadapinya.
"Kita akan ikuti proses hukum yang berjalan," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho kepada detikcom, Rabu (7/1/2009).
Menurut dia, ICW tidak pernah menyatakan Kejagung mengkorupsi uang sitaan hasil korupsi tersebut.
"Yang dipersoalkan sebenarnya adalah sistem pengelola keuangan hasil korupsi di Kejaksaan. Ini kritik masyarakat seharusnya menjadi masukan untuk diperbaiki. Kita menyayangkan langkah Kejagung yang terburu-buru lapor ke polisi," papar dia.
Emerson meminta Kejagung sebaiknya menyampaikan ke publik apabila ada masalah perbedaan dengan ICW dan tidak mengkriminalisasikannya.
"Kejaksaan terlalu represif terhadap kritik masyarakat dalam upaya monitoring pemberantasan korupsi. Kita ingin Kejaksaan transparan dan akuntabel dalam pengelolaan," cetus Emerson.
Dikatakan dia, data-data yang dimilik ICW itu berpegang pada laporan Departemen Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kejagung melaporkan ICW ke Mabes Polri lantaran dinilai mencemarkan nama baik institusi Kejaksaan dengan menyatakan Kejagung tidak menyetorkan semua sitaan uang korupsi.
Selain ICW, Kejagung melaporkan dua orang ICW yakni Emerson Junto dan Illian Detasari. Dalam laporan itu Kejagung menyerahkan koran Rakyat Merdeka edisi 5 Januari 2009 yang memuat pernyataan ICW sebagai bukti. (aan/iy)
"Kita akan ikuti proses hukum yang berjalan," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho kepada detikcom, Rabu (7/1/2009).
Menurut dia, ICW tidak pernah menyatakan Kejagung mengkorupsi uang sitaan hasil korupsi tersebut.
"Yang dipersoalkan sebenarnya adalah sistem pengelola keuangan hasil korupsi di Kejaksaan. Ini kritik masyarakat seharusnya menjadi masukan untuk diperbaiki. Kita menyayangkan langkah Kejagung yang terburu-buru lapor ke polisi," papar dia.
Emerson meminta Kejagung sebaiknya menyampaikan ke publik apabila ada masalah perbedaan dengan ICW dan tidak mengkriminalisasikannya.
"Kejaksaan terlalu represif terhadap kritik masyarakat dalam upaya monitoring pemberantasan korupsi. Kita ingin Kejaksaan transparan dan akuntabel dalam pengelolaan," cetus Emerson.
Dikatakan dia, data-data yang dimilik ICW itu berpegang pada laporan Departemen Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kejagung melaporkan ICW ke Mabes Polri lantaran dinilai mencemarkan nama baik institusi Kejaksaan dengan menyatakan Kejagung tidak menyetorkan semua sitaan uang korupsi.
Selain ICW, Kejagung melaporkan dua orang ICW yakni Emerson Junto dan Illian Detasari. Dalam laporan itu Kejagung menyerahkan koran Rakyat Merdeka edisi 5 Januari 2009 yang memuat pernyataan ICW sebagai bukti. (aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 14:34 WIB
Sempat Terjadi Adu Jotos, 2 Satpam IPB Ditembak Pria Berhelm
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
