detikcom

Kontroversi Hasil Survei

PKS Curiga, PDIP Anteng-anteng Saja

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 07/01/2009 12:45 WIB
lsi.or.id
Jakarta Beberapa petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkaget-kaget partainya
diprediksi Lembaga Survei Indonesia (LSI) hanya memperoleh 4 persen suara di Pemilu
2009. Bahkan popularitasnya berada di bawah PKB, yang saat ini mengalami perpecahan.

"Survei yang dilakukan LSI pun, tidak bisa dijadikan patokan, apalagi menempatkan
PKS di bawah PKB. Padahal saat ini kondisi PKB seperti ini (pecah)," jelas Presiden
PKS Tifatul Sembiring menyikapi hasil survei LSI.

Hasil survei LSI yang dirilis 4 Januari lalu menunjukan, peringkat teratas parpol
yang populer versi LSI diduduki Partai Demokrat (PD) dengan raihan 23% responden.
Adapun PDIP duduk di peringkat 2 dengan perolehan 17,1%.

Uniknya, Partai Golkar yang telah lama berkuasa di Indonesia hanya menempati urutan
ke 3 dalam survei tersebut. Sedangkan PKB duduk di urutan ke-4 dengan perolehan 4,8
% suara responden. Menyusul PKS di peringkat ke 5.

Sementara Gerindra, yang merupakan partai baru, mengungguli PAN, PKB, maupun Partai
Hanura. Partai yang didirikan Prabowo Subianto tersebut bercokol di urutan ke-6
dengan raihan 3,8 % responden.

Hasil survei lembaga dari lembaga yang didirikan Syaiful Mujani itu tentu mengundang
banyak reaksi, terutama dari kalangan parpol yang partainya masuk dalam survei. Tapi
apakah cukup valid hasil survei tersebut?

"Kita harus hati-hati menyikapi hasil survei. Sebab banyak lembaga survei yang
merangkap sebagai konsultan politik partai tertentu," kata Ketua Harian II Badan
Pengendalian dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Firman Subagyo saat
berbincang-bincang dengan detikcom.

Karena itu Firman mengaku tidak terlalu risau jika partainya ditempatkan di urutan
ke 3 oleh LSI, di bawah PDIP dan Partai Demokrat. Karena hasil survei yang dirilis
bisa jadi hanya pesanan partai tertentu.

Tapi bukan berarti Golkar cuek-cuek saja dengan hasil survei yang dirilis sejumlah
lembaga. Apalagi dari sejumlah hasil survei, posisi Golkar tidak begitu
menggembirakan. "Memang kita belum melakukan kampanye besar-besaran. Kita baru
memulainya sejak 5 Januari lalu. Mudah-mudahan ada perubahan," harap Firman.

Pernyataan berbeda terkait hasil survei datang dari PDIP. Partai berlambang banteng
gemuk ini mengaku selalu mencermati setiap hasil survei, baik yang dilakukan
internal maupun lembaga di luar partai. "Lembaga survei tentunya harus kita hormati
sebagai kapasitas obyektifitas," ujar Ketua Bappilu DPP PDIP Tjahjo Kumolo.

Tjahjo juga mengaku tetap mencermati hasil survei yang menempatkan partainya di
bawah Partai Demokrat. Kata Tjahjo, setiap hasil lembaga survei akan dijadikan bahan
kajian strategi PDIP untuk mempersiapkan pemilu yang akan datang menjadi lebih baik.

Sedangkan PD yang duduk di peringkat teratas versi survei LSI memberi saran kepada
sejumlah parpol agar bersikap proporsional. "Maksudnya, kalau hasilnya bagus tidak
perlu girang. Kalau hasilnya kurang bagus tidak perlu meriang," kata Ketua Bidang
Politik PD Anas Urbaningrum.

Persoalannya, banyak hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei merupakan
pesanan. Sehingga hasilnya diragukan dan sangat merugikan masyarakat.

"Adanya transaksi antara lembaga survei dengan parpol bisa memanipulasi metodologi
ilmu pengetahuan. Ini pelecehan bagi ilmu pengetahuan," begitu kata Wakil Sekjen
PKS Fahri Hamzah. (ddg/iy)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel