Muladi Kritik Pertemuan RI-GAM di Finlandia
Selasa, 06/01/2009 18:31 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta
Pertemuan antara perwakilan pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Finlandia pada tanggal 4-5 Januari 2009 dikritik Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi. Pertemuan tersebut bisa diartikan masih mengakui keberadaan GAM di Nangroe Aceh Darussalam.
"Ini suatu pertemuan yang aneh menurut saya. Kenapa masih ada pertemuan di Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM. Ini berarti pembenaran terhadap GAM. Kalau kita masih berunding dengan GAM dalam masalah keamanan dan lain-lain, berarti ada suatu pengakuan bahwa GAM itu masih ada," ungkap Muladi, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
Menurut Muladi, seharusnya pemerintah Indonesia memiliki sikap yang tegas. MoU antara RI dan GAM sudah dilaksanakan, artinya, pemerintah Indonesia punya kewenangan untuk mengatur sendiri keadaan di dalam negeri.
Muladi menyatakan, pertemuan itu selayaknya tidak terjadi. Sudah menjadi kewenangan Pemerintah Indonesia untuk melakukan pembinaan ke dalam terhadap pemerintah NAD. "Jadi itu suatu setting menurut saya, pertemuan tersebut merupakan suatu langkah mundur untuk suatu masalah yang sangat krusial yang seolah-olah ada kegagalan dalam pelaksanaan MoU. Pemerintah harus jelaskan soal pertemuan tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, seperti dilansir dari World Acehnese Association (WAA) menyebutkan bahwa telah terjadi pertemuan tertutup antara Pemerintah Indonesia dan GAM di Helsinski. Pertemuan tertutup itu dilakukan pada tanggal 4-5 Januari 2009 lalu.
Masih menurut WAA, kebenaran berita tersebut diungkap oleh salah seorang delegasi GAM, pertemuan dimulai pukul 07.44 waktu setempat tentang adanya pertemuan antara GAM-RI di Helsinki. Menurut laporan WAA tersebut, rapat tertutup itu mengagendakan pembahasan antara lain soal keamanan, HAM, the Law on Aceh Government (LOGA) atau Qanun dan lainnya.
Pertemuan tersebut dihadiri delegasi GAM yang diwakili oleh Mentroe Malik, Dr. Zaini, Zakaria Saman, Muzakir Manaf, Jahja Mu'az, Kamaruddin (Abu Razak), Ampon Nazar dan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Syamsuddin. Sedangkan tim dari RI di wakili oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil, Duta Besar RI di Finland, Farid Husen, Sekjen Wantanas Letjen TNI Bambang Darmono, dan Dirjen Departemen hukum dan HAM. (zal/gah)
"Ini suatu pertemuan yang aneh menurut saya. Kenapa masih ada pertemuan di Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM. Ini berarti pembenaran terhadap GAM. Kalau kita masih berunding dengan GAM dalam masalah keamanan dan lain-lain, berarti ada suatu pengakuan bahwa GAM itu masih ada," ungkap Muladi, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
Menurut Muladi, seharusnya pemerintah Indonesia memiliki sikap yang tegas. MoU antara RI dan GAM sudah dilaksanakan, artinya, pemerintah Indonesia punya kewenangan untuk mengatur sendiri keadaan di dalam negeri.
Muladi menyatakan, pertemuan itu selayaknya tidak terjadi. Sudah menjadi kewenangan Pemerintah Indonesia untuk melakukan pembinaan ke dalam terhadap pemerintah NAD. "Jadi itu suatu setting menurut saya, pertemuan tersebut merupakan suatu langkah mundur untuk suatu masalah yang sangat krusial yang seolah-olah ada kegagalan dalam pelaksanaan MoU. Pemerintah harus jelaskan soal pertemuan tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, seperti dilansir dari World Acehnese Association (WAA) menyebutkan bahwa telah terjadi pertemuan tertutup antara Pemerintah Indonesia dan GAM di Helsinski. Pertemuan tertutup itu dilakukan pada tanggal 4-5 Januari 2009 lalu.
Masih menurut WAA, kebenaran berita tersebut diungkap oleh salah seorang delegasi GAM, pertemuan dimulai pukul 07.44 waktu setempat tentang adanya pertemuan antara GAM-RI di Helsinki. Menurut laporan WAA tersebut, rapat tertutup itu mengagendakan pembahasan antara lain soal keamanan, HAM, the Law on Aceh Government (LOGA) atau Qanun dan lainnya.
Pertemuan tersebut dihadiri delegasi GAM yang diwakili oleh Mentroe Malik, Dr. Zaini, Zakaria Saman, Muzakir Manaf, Jahja Mu'az, Kamaruddin (Abu Razak), Ampon Nazar dan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Syamsuddin. Sedangkan tim dari RI di wakili oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil, Duta Besar RI di Finland, Farid Husen, Sekjen Wantanas Letjen TNI Bambang Darmono, dan Dirjen Departemen hukum dan HAM. (zal/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
