FKB Anggap SBY Tak Layak Dipilih Lagi
Selasa, 06/01/2009 15:28 WIB
Jakarta
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menilai kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintahan SBY selama ini tidak berorientasi kerakyatan. SBY dinilai FKB tidak pantas dipilih lagi pada Pilpres 2009.
"SBY sudah selesai, ganti pemimpin baru yang berorientasi ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi," tegas Ketua FKB Effendi Choirie saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2008).
Menurut FKB, tim ekonomi pemerintahan SBY sekarang adalah tim yang bealiran neoliberal. "Dan tidak mungkin merubah drastis yang neoliberal ini menjadi ekonomi kerakyatan," cetus Gus Choi, sapaan akrab Effendi Choirie.
Sebaliknya, Gus Choi menyerukan kepada para kandidat capres yang terus mengkritisi kebijakan ekonomi neoliberal pemerintahan SBY untuk bersatu.
"Rizal Ramli, Sri Sultan, Prabowo, Wiranto, dan mereka-mereka yang menentang bersatulah melawan mahzab neoliberal. Kalau satu-satu, pasti tercerai berai," pinta Gus Choi.
Dalam keterangan persnya, FKB menilai pertumbuhan ekonomi yang diciptakan pemerintahan SBY telah menciptakan ekonomi gelembung (bubble economy) yang tidak mempunyai dampak mengurangi kemiskinan. Angka kemiskinan dan pengangguran tak banyak beranjak dalam sepuluh tahun terakhir. Sebab, pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya penduduk yang sudah kaya dan tidak berarti apa-apa untuk lapisan terbawah penduduk Indonesia.
Meski memberi nilai merah pada bidang ekonomi, namun FKB memberi nilai biru pada kinerja pemerintahan SBY di bidang lain. Di antarnya pada pemberantasan korupsi dan penegakan stabilitas politik dan keamanan. (lrn/ken)
"SBY sudah selesai, ganti pemimpin baru yang berorientasi ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi," tegas Ketua FKB Effendi Choirie saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2008).
Menurut FKB, tim ekonomi pemerintahan SBY sekarang adalah tim yang bealiran neoliberal. "Dan tidak mungkin merubah drastis yang neoliberal ini menjadi ekonomi kerakyatan," cetus Gus Choi, sapaan akrab Effendi Choirie.
Sebaliknya, Gus Choi menyerukan kepada para kandidat capres yang terus mengkritisi kebijakan ekonomi neoliberal pemerintahan SBY untuk bersatu.
"Rizal Ramli, Sri Sultan, Prabowo, Wiranto, dan mereka-mereka yang menentang bersatulah melawan mahzab neoliberal. Kalau satu-satu, pasti tercerai berai," pinta Gus Choi.
Dalam keterangan persnya, FKB menilai pertumbuhan ekonomi yang diciptakan pemerintahan SBY telah menciptakan ekonomi gelembung (bubble economy) yang tidak mempunyai dampak mengurangi kemiskinan. Angka kemiskinan dan pengangguran tak banyak beranjak dalam sepuluh tahun terakhir. Sebab, pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya penduduk yang sudah kaya dan tidak berarti apa-apa untuk lapisan terbawah penduduk Indonesia.
Meski memberi nilai merah pada bidang ekonomi, namun FKB memberi nilai biru pada kinerja pemerintahan SBY di bidang lain. Di antarnya pada pemberantasan korupsi dan penegakan stabilitas politik dan keamanan. (lrn/ken)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:52 WIB
Kejagung Masih Evaluasi Soal Laporan BPK Terkait Korupsi
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 03:52 WIB
Kejagung Masih Evaluasi Soal Laporan BPK Terkait Korupsi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message
_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
