Wakil Rakyat dan Kepolisian Paling Rajin Lapor Gratifikasi
Senin, 05/01/2009 18:37 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta
Secara individu, nilai penerimaan gratifikasi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak besar. Namun secara lembaga, jumlah anggota dewan yang menerima gratifikasi cukup banyak yang melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau lembaga negara yang paling banyak lapor adalah DPR, termasuk DPRD," ujar direktur gratifikasi KPK Lombok Hutahuruk di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2009).
Namun Lambok tidak merinci berapa total laporan yang sudah diterimanya dari anggota DPR maupun DPRD. "Yang pasti ada berupa uang maupun barang," imbuhnya.
Untuk lembaga penegak hukum, kata Lambok, yang paling rajin melaporkan gratifikasi adalah Kepolisian. Sama halnya dengan DPR, kepolisian juga rajin melaporkan gratifikasi berupa uang dan barang.
Sementara itu, di lingkungan KPK sendiri banyak yang sudah melaporkan gratifikasi. Tercatat sedikitnya ratusan laporan gratifikasi dari sekitar 500 pegawai KPK.
"Penerimaannya biasanya oleh-oleh kalau ada seminar yang diberikan dengan pengecualian atau dengan maksud tertentu. Nilainya mencapai Rp 50-100 juta," jelas Lambok.
Sebelumnya KPK mengumumkan telah menerima laporan gratifikasi dari pegawai negeri atau penyelenggara negara sebanyak 259 laporan. Nilainya diperkirakan sebesar RP 4,9 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 3,6 miliar sudah disetorkan kepada negara dan Rp 1,3 miliar lainnya ditetapkan menjadi milik penerima. (mad/gah)
"Kalau lembaga negara yang paling banyak lapor adalah DPR, termasuk DPRD," ujar direktur gratifikasi KPK Lombok Hutahuruk di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2009).
Namun Lambok tidak merinci berapa total laporan yang sudah diterimanya dari anggota DPR maupun DPRD. "Yang pasti ada berupa uang maupun barang," imbuhnya.
Untuk lembaga penegak hukum, kata Lambok, yang paling rajin melaporkan gratifikasi adalah Kepolisian. Sama halnya dengan DPR, kepolisian juga rajin melaporkan gratifikasi berupa uang dan barang.
Sementara itu, di lingkungan KPK sendiri banyak yang sudah melaporkan gratifikasi. Tercatat sedikitnya ratusan laporan gratifikasi dari sekitar 500 pegawai KPK.
"Penerimaannya biasanya oleh-oleh kalau ada seminar yang diberikan dengan pengecualian atau dengan maksud tertentu. Nilainya mencapai Rp 50-100 juta," jelas Lambok.
Sebelumnya KPK mengumumkan telah menerima laporan gratifikasi dari pegawai negeri atau penyelenggara negara sebanyak 259 laporan. Nilainya diperkirakan sebesar RP 4,9 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 3,6 miliar sudah disetorkan kepada negara dan Rp 1,3 miliar lainnya ditetapkan menjadi milik penerima. (mad/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:52 WIB
Kejagung Masih Evaluasi Soal Laporan BPK Terkait Korupsi
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 03:52 WIB
Kejagung Masih Evaluasi Soal Laporan BPK Terkait Korupsi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
