Masuk Sekolah 06.30 WIB, Siswa Mengeluh Masih Mengantuk
Senin, 05/01/2009 12:09 WIB
Jakarta
Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Fauzi Bowo tentang jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB, dikeluhkan oleh sebagian siswa di SMUN 68, sekolah unggulan di Jakarta. Masuk sekolah lebih awal, para siswa mengeluhkan masih mengantuk.
"Masih mengantuk sih. Kita kan malamnya belajar. Belum lagi kita punya kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran sekolah,"ujar seorang murid kelas X-1, Zaldy Dharmawan, ketika ditemui detikcom di SMUN 68, Jalan Salemba 18, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
Pelajar yang tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini berpendapat, hanya akan menambah daftar siswa yang terlambat masuk sekolah.
"Masuk jam 07.00 WIB saja masih banyak yang telat, apalagi pukul 06.30 WIB," katanya.
Di kalangan siswa, Pergub ini banyak mendapat respons negatif. Mayoritas siswa tidak menyetujui Pergub tersebut. "Saya kurang setuju kalau harus dimajukan jam sekolah kita," ujar siswi kelas XI, Ila.
Alasan Gubernur memajukan jam sekolah untuk mengurangi kemacetan di Ibukota dinilai Ila berlebihan. "Karena bukan cuma kita yang berangkat jam segitu. Banyak orang yang kerja juga yang keluar jam segitu," katanya.
Ila berpendapat, memajukan jam sekolah 30 menit lebih awal dari pukul 07.00 WIB bukan merupakan solusi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Volume kendaraan pribadi yang meningkat, justru yang menjadi penyebab utamanya.
"Banyak angkutan umum ditambah lagi dengan kendaraan pribadi. Itu yang membuat Jakarta macet," kilahnya.
(mei/nrl)
"Masih mengantuk sih. Kita kan malamnya belajar. Belum lagi kita punya kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran sekolah,"ujar seorang murid kelas X-1, Zaldy Dharmawan, ketika ditemui detikcom di SMUN 68, Jalan Salemba 18, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
Pelajar yang tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini berpendapat, hanya akan menambah daftar siswa yang terlambat masuk sekolah.
"Masuk jam 07.00 WIB saja masih banyak yang telat, apalagi pukul 06.30 WIB," katanya.
Di kalangan siswa, Pergub ini banyak mendapat respons negatif. Mayoritas siswa tidak menyetujui Pergub tersebut. "Saya kurang setuju kalau harus dimajukan jam sekolah kita," ujar siswi kelas XI, Ila.
Alasan Gubernur memajukan jam sekolah untuk mengurangi kemacetan di Ibukota dinilai Ila berlebihan. "Karena bukan cuma kita yang berangkat jam segitu. Banyak orang yang kerja juga yang keluar jam segitu," katanya.
Ila berpendapat, memajukan jam sekolah 30 menit lebih awal dari pukul 07.00 WIB bukan merupakan solusi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Volume kendaraan pribadi yang meningkat, justru yang menjadi penyebab utamanya.
"Banyak angkutan umum ditambah lagi dengan kendaraan pribadi. Itu yang membuat Jakarta macet," kilahnya.
(mei/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:52 WIB
Kejagung Masih Evaluasi Soal Laporan BPK Terkait Korupsi
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
