SBY Paling Banyak Dipilih
Senin, 05/01/2009 06:29 WIB
Jakarta
Selain menempatkan Partai Demokrat (PD) sebagai parpol yang paling banyak dipilih, survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperlihatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres yang paling banyak dipilih responden. Posisi tiga besar adalah SBY, Mega, dan Prabowo.
Survei mengenai calon presiden (capres) ini menjadi bagian dalam survei LSI yang bertema "Rasionalitas Pemilih: Kontestasi Partai Menjelang Pemilu 2009". Survei ini dilakukan pada tanggal 10-22 Desember 2008 dengan mengambil 2.200 responden yang tersebar di 33 provinsi.
Dalam survei terbaru ini, rivalitas SBY dengan Mega makin jauh. Sejak terpuruk pada Juni 2008, popularitas SBY makin menanjak lagi pada bulan September 2008. Sementara popularitas Mega sebaliknya, mulai turun drastis pada September 2008. Tingkat keterpilihan SBY makin menanjak pada Desember 2008 dengan angka 43%, sedangkan Mega makin terpuruk pada Oktober 2008 dengan angka 18% dan Desember 2008 dengan angka 19%.
Sementara Prabowo bersaing dengan sejumlah nama lain, seperti Wiranto, Sultan dan Jusuf Kalla (JK). Tingkat keterpilihan Prabowo konsisten meningkat sejak awal 2008 dan puncaknya pada 8 Oktober 2008 dengan angka 6%. Pada Desember 2008, tingkat keterpilihan Prabowo turun sedikit dengan angka 5%. Sedangkan Wiranto yang sempat lama mengungguli Prabowo mulai berada di bawah Prabowo sejak September 2008.
Berikut hasil survei LSI mengenai capres selengkapnya:
1. SBY = 43%
2. Megawati = 19%
3. Prabowo = 5%
4. Sultan = 5%
5. Wiranto = 3%
6. Hidayat Nurwahid = 2%
7. Amien Rais = 1%
8. Akbar Tandjung = 1%
9. Nama-nama lain = 4%
10. Belum tahu = 15%
Dari survei mengenai tingkat keterpilihan parpol dan capres ini, Direktur LSI Saiful Mujani menjelaskan bahwa semakin tinggi pilihan terhadap pemimpin sebuah partai untuk menjadi presiden, maka semakin kuat pula kecenderungan memilih partai bersangkutan. Hasil survei LSI ini telah disampaikan Saiful Mujani dalam jumpa pers di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/1/2008).
Berikut poin-poin penting dari hasil survei ini yang disampaikan Mujani:
• Yang memilih SBY jauh lebih tinggi (43%) dari yang memilih Demokrat (23%), dan akibatnya pemilih SBY tersebar juga pada partai lain, terutama Golkar.
• Efek Mega terhadap PDIP lebih tinggi karena gap antara pemilih Mega dan PDIP sangat kecil.
• Efek JK terhadap Golkar juga kuat, Cuma masalahnya yang memilih JK terlalu sedikit (2%).
• Pola seperti JK ini terjadi juga pada Nur Wahid, Prabowo, Amin, dan Wiranto.
• Sementara Sultan masih kabur hubungannya dengan partai. Hanya sedikit terlihat hubungannya dengan Golkar. (asy/asy)
Survei mengenai calon presiden (capres) ini menjadi bagian dalam survei LSI yang bertema "Rasionalitas Pemilih: Kontestasi Partai Menjelang Pemilu 2009". Survei ini dilakukan pada tanggal 10-22 Desember 2008 dengan mengambil 2.200 responden yang tersebar di 33 provinsi.
Dalam survei terbaru ini, rivalitas SBY dengan Mega makin jauh. Sejak terpuruk pada Juni 2008, popularitas SBY makin menanjak lagi pada bulan September 2008. Sementara popularitas Mega sebaliknya, mulai turun drastis pada September 2008. Tingkat keterpilihan SBY makin menanjak pada Desember 2008 dengan angka 43%, sedangkan Mega makin terpuruk pada Oktober 2008 dengan angka 18% dan Desember 2008 dengan angka 19%.
Sementara Prabowo bersaing dengan sejumlah nama lain, seperti Wiranto, Sultan dan Jusuf Kalla (JK). Tingkat keterpilihan Prabowo konsisten meningkat sejak awal 2008 dan puncaknya pada 8 Oktober 2008 dengan angka 6%. Pada Desember 2008, tingkat keterpilihan Prabowo turun sedikit dengan angka 5%. Sedangkan Wiranto yang sempat lama mengungguli Prabowo mulai berada di bawah Prabowo sejak September 2008.
Berikut hasil survei LSI mengenai capres selengkapnya:
1. SBY = 43%
2. Megawati = 19%
3. Prabowo = 5%
4. Sultan = 5%
5. Wiranto = 3%
6. Hidayat Nurwahid = 2%
7. Amien Rais = 1%
8. Akbar Tandjung = 1%
9. Nama-nama lain = 4%
10. Belum tahu = 15%
Dari survei mengenai tingkat keterpilihan parpol dan capres ini, Direktur LSI Saiful Mujani menjelaskan bahwa semakin tinggi pilihan terhadap pemimpin sebuah partai untuk menjadi presiden, maka semakin kuat pula kecenderungan memilih partai bersangkutan. Hasil survei LSI ini telah disampaikan Saiful Mujani dalam jumpa pers di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/1/2008).
Berikut poin-poin penting dari hasil survei ini yang disampaikan Mujani:
• Yang memilih SBY jauh lebih tinggi (43%) dari yang memilih Demokrat (23%), dan akibatnya pemilih SBY tersebar juga pada partai lain, terutama Golkar.
• Efek Mega terhadap PDIP lebih tinggi karena gap antara pemilih Mega dan PDIP sangat kecil.
• Efek JK terhadap Golkar juga kuat, Cuma masalahnya yang memilih JK terlalu sedikit (2%).
• Pola seperti JK ini terjadi juga pada Nur Wahid, Prabowo, Amin, dan Wiranto.
• Sementara Sultan masih kabur hubungannya dengan partai. Hanya sedikit terlihat hubungannya dengan Golkar. (asy/asy)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 04/06/2009 15:14 WIB
Survei LSI
SBY-Boediono Masih Terunggul Dengan Skor 70 Persen
-
Minggu, 05/04/2009 15:35 WIB
PD Nomor 1, PDIP & Golkar Berebut Nomor 2
-
Minggu, 05/04/2009 15:34 WIB
Survei Capres
LSI: SBY Makin Perkasa, Prabowo Masih Lemah
-
Jumat, 27/02/2009 14:24 WIB
Survei LSI:
Kinerja Presiden SBY Memuaskan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
